Surabaya (beritajatim.com) – Lomba futsal antar Sekola Dasar (SD) yang diselenggarakan oleh SMP Labschool Unesa, Minggu (27/04/2025) kemarin diwarnai aksi kekerasan. Korbannya adalah siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya berinisial BA (11). Akibat Aksi kekerasan itu, BA mengalami retak tulang ekor akibat dibanting saat berselebrasi.
Dari video yang beredar, saat itu BA sedang melakukan selebrasi usai timnya menang melawan salah satu SD negeri di Surabaya. Saat asik berselebrasi, pria yang diduga menjadi pelatih dari tim lawan BA menarik dan membantingnya. Aksi ini pun terekam kamera dan viral di media sosial.
“Iya kami sudah menerima laporan kemarin malam pukul 22.30 WIB,” kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanti, Senin (28/04/2025) malam.
Laporan kekerasan itu sudah teregistrasi dengan nomor LP/B/389/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur. Saat ini, Kasus kekerasan terhadap anak ini sudah ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
“Kasus dugaan kekerasan ini masih proses penyelidikan. mohon bersabar,” tutur Rina.
Sementara itu, ayah korban, Bambang Sri Mahendra membenarkan telah melaporkan pelatih tim futsal berinisial, BAZ (33). Sebab, menurutnya, terduga pelaku telah melukai anaknya, BAI (11).
“Laporannya, Pasal 80 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, kekerasan anak. Itu yang dipakai dasar sama penyidik untuk menjawab laporan kami,” ujar Bambang. (ang/ian)






