Blitar (beritajatim.com) – Listrik Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar padam. Hal itu terjadi setelah sebuah layang-layang menyangkut di kabel listrik yang berada di selatan rumah sakit tersebut.
Tidak hanya nyangkut, namun layang-layang tersebut sampai terbakar. Akibatnya aliran listrik di wilayah Kecamatan Sananwetan termasuk RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar padam. Beruntung gangguan tersebut segera diatasi sehingga layanan medis di rumah sakit tidak sampai terganggu.
“Setelah ditarik ketemu titik yang menyebabkan aliran listrik padam. Yakni berada di selatan bangunan RSUD dan setelah dilihat di situ ada layangan nyangkut,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo, Minggu (20/8/2023).
Peristiwa ini diketahui setelah adanya aduan warga terkait matinya aliran listrik di wilayah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Polisi yang mendapatkan informasi kemudian langsung melakukan pencarian titik gangguan.
Hingga akhirnya ditemukan titik gangguan tersebut berasal dari selatan bangunan rumah sakit. Di tempat itu, petugas menemukan layang-layang yang tersangkut dan terbakar hingga sisa setengah saja.
BACA JUGA:
Listrik 7 Desa di Blitar Padam Akibat Layangan Putus
Petugas PLN yang tiba di lokasi langsung melepaskan layang-layang tersebut dan proses pemulihan jaringan listrik pun dilakukan. “Jadi itu berawal dari adanya aduan masyarakat kemudian dicari titiknya dan diketahui bahwa di situ ada layangan yang nyangkut hingga terbakar,” jelasnya.
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di Blitar. Sebelumnya sebuah layangan juga tersangkut di kabel listrik hingga terbakar di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
PLN dan Polres Blitar kota sebetulnya tidak henti-hentinya melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak bermain layangan di sekitar jaringan listrik. Hal itu dilakukan agar peristiwa serupa tidak terjadi.
Namun nampaknya himbauan tersebut tidak pernah didengarkan oleh masyarakat. Sehingga peristiwa layang-layang nyangkut dan terbakar di kabel listrik masih sering terjadi di wilayah bumi Bung Karno.
“Monggo silakan kalau itu tradisi, tapi jangan di tempat-tempat yang dekat dengan jaringan listrik maupun di jalan. Karena itu berbahaya ketika putus. kalau tidak mengenai jaringan listrik mengenai pengendara juga bisa terjatuh,” tutupnya. [owi/suf]






