Mojokerto (beritajatim.com) – Listrik di dua desa di Kabupaten Mojokerto padam beberapa hari. Diduga, padamnya listrik tersebut karena kabel instalasi PLN dicuri.
Pencurian kabel listrik tersebut terjadi di Dusun Simokerto dan Dusun Simorukun, Desa Simongagrok dan Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut dibenarkan Waka Polsek Dawarblandong, Ipda Setyo Budi.
“Iya (pencurian kabel listrik di dua desa), ini baru saja Bhabin (Bhabinkamtibmas) mengecek, benar listrik di dua desa tersebut dalam kondisi mati karena adanya pencurian kabel listrik,” ungkapnya, Sabtu (10/6/2023).
Setyo mengatakan listrik padam pernah terjadi pada Mei 2023. PLN juga telah melayangkan laporan terkait dugaan pencurian kabel listrik saat itu ke Polsek Dawarblandong.
Tetapi, laporan tersebut ternyata dicabut. Setyo mengaku tidak tahu alasan mengapa laporan itu dicabut oleh PLN.
Baca Juga:
PLN Ponorogo Minta Masyarakat Melapor, Jika Ada Aktivitas Mencurigakan di Jaringan Listriknya
“Bulan Mei kemarin, PLN laporan ke kami terkait hal ini (pencurian kabel listrik) tapi laporan tersebut dicabut. Untuk alasan pencabutan laporan kami kurang tahu, kami hanya sebatas menerima laporan saja dan laporan itu sudah dicabut. Saat itu listrik mati tapi nyala kembali, tapi ini tadi ada laporan listrik mati di dua desa tersebut,” katanya.
Aliran listrik mati tersebut sudah dicek kebenarannya oleh petugas Bhabinkamtibmas di dua desa tersebut. Saat ini, pihaknya belum bisa bertindak lantaran masih menunggu laporan resmi dari PLN selaku pemilik instalasi kabel listrik yang dicuri tersebut.
Baca Juga:
Pencurian Kabel Listrik, PLN ULP Balong Ponorogo Alami Kerugian Puluhan Juta
“Kita cek benar, listrik mati. Iya ada pencurian (kabel listrik) tapi kami masih menunggu laporan resmi dari pihak PLN terkait hal ini,” tegasnya. [tin/beq]






