Pasuruan (beritajatim.com) – Sejumlah warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan kembalinya limbah udara dari PT Sorini Towa Berlian Corporindo (STBC). Limbah udara ini sebelumnya sempat berhenti, namun kembali menyebar selama dua minggu belakangan.
Asap hitam mengepul ini keluar dari cerobong asap PT STBC setiap malam hari. Menurut Kepala Desa Kedungringin, Rizki Wahyuni, sebelumnya PT STBC sudah menyepakati perjanjian terkait pembakaran, yaitu menggunakan arang briket, bukan sekam. Namun, perjanjian ini kemudian dilanggar oleh pihak manajemen PT STBC.
“Sudah dua minggu ini asapnya kembali mengepul, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan buat gak pake sekam saat pembakaran. Melainkan pakai arang briket,” kata Rizki, Senin (29/1/2024).
Rizki mengatakan bahwa ada dua dusun yang sangat terdampak oleh limbah udara ini, yaitu Dusun Bahrowo dan Dusun Guyangan. Setiap malam, warga selalu mengeluh karena asap yang dikeluarkan menjadi debu.
“Beberapa warga juga mengeluhkan asap yang berubah menjadi debu tersebut menempel di baju sehingga sulit untuk dibersihkan. Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan masalah kesehatan, hingga banyak warga yang sesak nafas akibat limbah yang ditimbulkan,” kata Rizki.
Senada dengan Kepala Desa, Hendri Sulfianto, salah satu warga, mengatakan bahwa hal tersebut sangat merugikan warga. Ditambah lagi, para warga tidak mendapatkan apapun dari PT STBC.
“Ini sangat merugikan warga, ditambah lagi, masyarakat juga malah mendapat penyakit baru. Seperti sesak nafas, yang diakibatkan asap yang keluar dari cerobong PT Sorini Towa Berlian Corporindo ini,” tegas Hendri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT STBC belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga ini. [ada/beq]






