Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Djoko Susanto menyinggung soal hakikat kepemimpinan dan cinta, saat melepas kontingen pasukan pengibar bendera (paskibra) peserta Lomba Hari Konstitusi MPR RI, dalam upacara di halaman SMA Negeri 3 Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (25/7/2025) sore.
“Seorang pemimpin harus bertindak bukan karena cinta atau kasih sayang dan sekadar ucapan, tapi karena kesadaran moral yang mendalam. Tanpa tanggung jawab, cinta hanyalah retorika. Melalui tanggung jawab itulah, cinta sejati akan tumbuh, cinta terhadap bangsa, rakyat, dan nilai konstitusi,” kata Djoko dalam pidatonya.
Menurut Djoko, pilar utama cinta adalah tanggung jawab. “Tanpa tanggung jawab, kata ‘cinta’ hanya akan menjadi sia-sia,” katanya.
Djoko menegaskan tanggung jawab sebagai inti dari komitmen nyata pada konstitusi. “Pemimpin harus bertanggung jawab atas dampak kebijakan yang dikeluarkan, baik bagi rakyat di Jember maupun bangsa Indonesia,” katanya.
“Setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum,” katanya.
Djoko mengatakan, pemimpin sejati bukanlah yang pandai bicara, tapi yang bertindak sesuai nilai. “Seorang pemimpin yang berintegritas adalah yang perkataannya selaras dengan tindakannya, bukan sekadar omon-omon semata,” jelasnya.
Djoko meyakini, moralitas pemimpin harus mencerminkan keadilan yang nyata bagi rakyat dan bukan hanya janji kosong. “Pemimpin yang etis menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Tanpa moralitas yang kuat, kekuasaan berpotensi disalahgunakan dan menimbulkan ketidakpercayaan publik,” katanya.
“Etika menjadi nyata ketika keputusan diambil dengan jujur, transparan, dan konsisten antara kata dan perbuatan. Bukan omong kosong atau basa-basi,” kata Djoko.
Kontingen Jember terdiri atas seratus orang siswa dari SMA Negeri 3, SMK Negeri 3, dan SMK Negeri 4. Mereka akan bertanding di Mojokerto pada 27 Juli 2025.
Djoko berpesan kepada kontingen Jember untuk menjadi contoh nyata nilai-nilai konstitusi. “Tunjukkan komitmen etika dalam mengikuti lomba, berlaku jujur tanpa kecurangan, dan mengambil tanggung jawab atas setiap hasil kalian,” katanya.
Djoko mengajak kontingen Jember untuk menegaskan konstitusi sebagai komitmen dan etika sebagai jiwa kepemimpinan. “Moral adalah penuntun tindakan kita, dan tanggung jawab adalah nilai yang perlu kita wujudkan secara nyata,” katanya. [wir]






