Jember (beritajatim.com) – Ada pemandangan yang lain dari biasanya dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (13/3/2025) malam. Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto menunggu dimulainya sidang paripurna di dua lokasi berbeda dalam gedung parlemen.
Fawait datang lebih dulu mendahului anggota DPRD Jember dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), disusul Djoko.
Jika mengacu pada pelaksanaan sidang paripurna pada beberapa pemerintahan terdahulu, saat datang bupati dan wakil bupati akan disambut dan dibawa ke ruang tunggu VVIP di lantai dua. Namun kali ini, Fawait melakukan hal tak biasa.
Datang setengah jam lebih cepat dari jadwal pukul 20.00 WIB, Fawait memilih masuk ke ruang paripurna yang masih kosong melompong. Dia ditemani Ketua DPRD Jember Ahmad Halim dan Wakil Ketua DPRD Jember Fuad Ahsan.
“Saya janjian sama Ketua DPRD untuk membangun Jember baru Jember maju. Budaya baru. Maka belum waktunya, saya datang. Anggota Dewan dan OPD tidak salah, karena memang belum waktunya,” kata Fawait.
“Saya datang duluan karena ingin memberikan pesan semangat perubahan di Jember. Saya berharap OPD bisa bekerja lebih cepat dan tepat dalam hal apapun. Salah satunya saya tandai hari ini dengan datang lebih cepat,” kata Fawait.
Fawait menegaskan kecepatan dan ketepatan waktu akan menjadi semangat Pemkab Jember. “Contoh dalam hal seratus hari kerja. Dibandingkan dengan kabupaten lain, kita jauh lebih cepat dalam banyak hal. Bisa dicek. Kita kan aktivis, akademisi, bisa bandingkan satu-satu cepetan mana Jember dengan kabupaten lain,” katanya.
Fawait tidak akan selalu datang setengah jam lebih cepat dan memasuki ruang paripurna saat masih kosong ke depan.
“Tidak selalu. Samalah kayak orang sidak. Masa tiap hari sidak. Sesekali kita harus muncul dulu. Tidak harus tiap kali paripurna. Tapi saya datang pertama kali menunjukkan bahwa saya gercep menbina hubungan baik dengan legislatif,” katanya.
Djoko Ditemani Politisi PDIP
Berbeda dengan Fawait, Wakil Bupati Djoko Susanto datang sendirian masuk ke ruang VVIP. Tidak ada pejabat maupun anggota Dewan yang menemani mantan pejabat Badan Pertanahan Nasional Jember ini, kecuali Widarto, Wakil Ketua DPRD Jember dari Fraksi PDI Perjuangan.
Widarto sendiri terkejut saat tahu Djoko sendirian di ruang VVIP. “Aku tak ngancani Pak Djoko sik (saya menemani Pak Djoko dulu, red),” katanya kepada Martin Rachmanto, salah satu fungsionaris PDI Perjuangan Jember yang menunggu di ruang kerjanya.
Disaksikan wartawan. Djoko dan Widarto asyik bercengkrama. Bahkan Widarto sempat menelepon salah satu ketua komisi via video call WhatsApp dan mengajaknya menemani Djoko. “Ayo, mosok awakmu dadi wong gak merdeka saiki (masa kamu menjadi orang tidak merdeka sekarang),” sindir Djoko sambil tertawa.
Namun hingga paripurna mulai digelar pada sekitar pukul 20.45, tak ada lagi anggota Dewan yang datang.
Akhirnya, Widarto menemani Djoko memasuki ruang sidang paripurna dari pintu utama. Begitu masuk dan berjalan menuju deretan kursi di mimbar depan, sejumlah anggota Dewan menyalami Djoko.
Ini sidang paripurna kenegaraan pertama yang dihadiri Fawait dan Djoko setelah sidang paripurna serah terima jabatan, Kamis (6/3/2025). Ini kali kedua mereka tampil bersama di depan publik sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 20 Februari 2025.
Usai Sidang Paripurna
Sidang paripurna berakhir sekitar pukul 21.20 WIB. Usai paripurna, Fawait dan Djoko memasuki ruang kerja Ketua DPRD Jember Ahmad Halim. Mereka meriung dengan pimpinan dan semua ketua maupun perwakilan dari delapan fraksi hingga kurang lebih pukul 22.24 WIB.
“Alhamdulillah, kita habis paripurna ngopi-ngopi sama pimpinan sebagai bentuk dari kompaknya eksekutif dan legislatif hari ini,” kata Fawait kepada wartawan usai pertemuan.
Sementara itu Djoko menyebut pertemuannya bersama Fawait dengan para pimpinan Dewan sebagai silaturahmi untuk menyikapi kebutuhan Ramadan. “Apa yang harus didahulukan dalam kurun Ramadan ini. Salah satunya adalah urusan honorer dan urusan infrastruktur dalam rangka menyambut lebaran,” katanya.
Mengenai kebersamaan dengan Fawait selama ini, Djoko ingin kebersamaan itu berjalan dalam merumuskan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kebersamaan sebuah keniscayaan, jangan sekadar jargon. Kebersamaan jangan sekadar dimaknai kehadiran fisik tapi harus substansi, artinya kebersamaan harus terwujud dalam rangka merumuskan kebijakan,” katanya kepada wartawan.
Namun, Djoko menegaskan, belum pernah dilibatkan untuk membahas perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Bahkan, Djoko mengaku belum menerima naskah nota pengantar Raperda Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang dibacakan Fawait, hingga paripurna digelar. [wir]







15 Komentar
Yak opo kok nginiki..
Buoati kok softskillnya kaya gt. Sebaiknya impechment saja. Rakyat Jember salah pilih
Justru itu mencerminkan tidak gila hormat, tak perlu protokoler berlebihan, sederhana dan gk kmlelet
gimana. mau mimpin Jember pimpinannya aja ndak akur ajur ajur
Laiyo piye ki, keluarga wes retak dari awal
Hahahhahahaha ajuur juumm
Presiden dan wapres saja sangat akur.dan membagi tugasnya dengan wakilnya
Laah ini kades Gerindra yg jadi bupati jember.tidak sejalan dengan pimpinan partainya
.tanda tanda roda sepeda nya yg satu tidak difungsikan. Team sukses itu hanya membantu mengantarkan saja.bukan ikut cawe cawe dlm kebijakan di pemerintahan
Ajoor
Ya ALLAH… Smg 2 pemimpin kita diberi Rahmat shg mau akur dan sinergi dlm pembangunan Jember.
Seng enom gak ngerti enome, seng tuwek yo gak gelem ngalah. Eee… Mbuh wes… Sak karepmu. Lek iso aturan, lek gak iso awuren. 😭😭😭
Jng brpkir pribadilhhh.. mkir gmna sejahterakn rakyat.. jng dikorup dg proyek2 jdi alasan.. jg kenymanan masyarakat aman nyman tntrem
Masih dalam proses adaptasi
MUNGKIN LEBIH PAK HENDI..BUPATI YANG KEMARIN
Dilihat dulu mereka blm kelihatan kerja sek momong putu
Alhamdulillah atas perhatian Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati dimana honorer kita pahlawan rakyat sudah mulai diorangkan…..kami sebagai rakyat kecil sangat berterima kasih sekali🙏🙏🙏 🤲🤲