Jember (beritajatim.com) – Muhammad Khozin, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jember-Lumajangdari Partai Kebangkitan Bangsa mendiskusikan peran jurnalisme di daerah dengan wartawan dari tiga organisasi profesi, dalam acara reses, di Rumah Makan Mangli Indah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/4/2025).
Tiga organisasi profesi wartawan itu adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Aliansi Jurnalis Independen. Sebelum menjadi anggota DPR RI, Khozin sempat menjadi jurnalis dan aktif di PWI Malang dan AJI Jakarta.
“Saya men-challenge (menantang, red) teman-teman PWI, IJTI, dan AJI untuk melakukan advokasi, karena itu juga bagian integral dari tanggung jawab media untuk fakta secara faktual. Tidak hanya mengulas berita-berita yang menjurus ke glorifikasi manis-manis saja, yang bagus-bagus saja, yang itu tidak terlalu penting,” kata Khozin.
Salah satu advokasi itu terkait kasus konflik agraria yang masih banyak terjadi di Jember. Sebagai anggota Komisi II DPR RI, Khozin sendiri siap memperjuangkan kepentingan warga yang menjadi korban perampasan lahan tanpa prosedur yang benar yang dilakukan negara atau swasta.
Khozin menyebut saat ini, ruang publik itu terbuka sangat lebar. “Kalau saya boleh mengilustrasikan, kita ini diibaratkan beraktivitas di rumah kaca. Atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang, semua terbuka. Itu juga sejalan selaras dengan prinsip pemeritahan yang baik melalui semangat good governance,” katanya.
Publilk memperoleh ruang cukup besar untuk memberikan kritik, saran, dan masukan terhadap pelayanan, akuntabilitas, dan efektivitas kinerja. Dalam situasi ini, fungsi media massa sangat penting dan Khozin meminta wartawan tetap menjaga marwah profesi.
Khozin menyadari kesejahteraan wartawan, terutama di daerah, masih belum sesuai harapan. Namun itu bukan berarti wartawan kemudian berkreasi dengan melanggar norma. “Wartawan boleh punya kreativitas. Namun jangan kemudian kreativitasnya bawa CV, bawa PT ke ke bupati. Itu enggak kreatif namanya. Karena akhirnya ada conflict of interest,” katanya.
Dalam menjalankan tugas, wartawan menghadapi banyak risiko, termasuk ancaman fisik. Khozin siap membantu wartawan di Jember dan Lumajang yang menjadi korban intimidasi. “Saya siap untuk men-support, pasang badan, senyampang apa yang Anda lakukan betul-betul sesuai dengan norma, hukum, dan aturan,” katanya.
“Kalaupun ada hal-hal yang sifatnya intimidatif dalam hal Anda melakukan tugas jurnalisme, saya siap 24 jam Anda kontak, saya akan back up dan pasang badan untuk hal itu. Sekali lagi ini sebagai tanggung jawab moral saya, karena saya besar dan dilahirkan di dunia media,” kata Khozin. [wir]






