Ringkasan Berita:
- PPIH pastikan seluruh layanan haji di Madinah gratis tanpa pungli
- Jemaah diimbau hanya menghubungi petugas resmi beratribut Kemenhaj
- Praktik pemberian uang kepada petugas dilarang keras
- Pengaduan bisa dilakukan melalui aplikasi Kawal Haji dan jalur kloter
Madinah (beritajatim.com) – Seluruh layanan ibadah haji bagi jemaah Indonesia di Madinah pada musim haji 2026 dipastikan gratis dan bebas dari segala bentuk pungutan liar (pungli).
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa jemaah dilarang memberikan uang atau imbalan apa pun kepada petugas. Jemaah juga diimbau hanya menghubungi petugas resmi yang mengenakan atribut lengkap Kementerian Haji dan Umrah RI saat membutuhkan bantuan di Tanah Suci.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan, yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi bahwa komitmen integritas ini ditegaskan langsung oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurahman.
Dalam apel pagi serentak di seluruh sektor Madinah, para petugas kembali diingatkan mengenai tugas utama mereka dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah tanpa pamrih.
“Komitmen petugas bahwa tugas utama mereka adalah memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah,” ujar Khalilurahman.
Menjelang kedatangan kloter pertama, jemaah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas namun tidak memiliki identitas resmi. PPIH menekankan pentingnya mengenali atribut resmi Kementerian.
“Petugas resmi menggunakan atribut, dengan identitas jelas, ada nama dan logo Kementerian. Kalau tidak pakai atribut resmi, itu bukan petugas,” tegasnya.
Ia juga menegaskan larangan keras terhadap praktik pemberian maupun permintaan uang dalam bentuk apa pun selama pelaksanaan ibadah haji.
“Jemaah tidak perlu memberikan uang, dan petugas tidak boleh menerima. Jika ada yang meminta, segera laporkan,” tambahnya.
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas layanan, PPIH membuka kanal pengaduan bagi jemaah melalui aplikasi resmi Kawal Haji.
Selain itu, laporan juga dapat disampaikan secara berjenjang mulai dari ketua regu, ketua rombongan, hingga ketua kloter. Jika tidak terselesaikan, penanganan akan dilanjutkan ke tingkat sektor dan Daker.
“Jika bisa diselesaikan di tingkat kloter, akan ditangani di sana. Jika perlu, sektor dan Daker akan turun langsung,” jelas Khalilurahman.
Hingga saat ini, Daker Madinah memastikan seluruh fasilitas pendukung, mulai dari transportasi, akomodasi hotel, konsumsi katering, hingga layanan kesehatan telah siap 100 persen.
Kedatangan kloter pertama di Madinah nantinya akan disambut dengan tradisi selawat Badar sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu Allah.
“Insyaallah kami siap menerima kloter pertama di Madinah. Penyambutan akan dilakukan dengan selawat Badar sebagai tradisi khas,” pungkasnya. [ian/beq]






