Surabaya (beritajatim.com) – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 5 mempertegas komitmennya dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. Melalui rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta dukungan modal usaha, perusahaan plat merah ini telah menyalurkan total dana mencapai Rp30,43 miliar dalam kurun waktu 2021 hingga akhir 2025.
Langkah masif ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan untuk menciptakan kemandirian ekonomi di sekitar wilayah operasional perkebunan.
Dukungan terbesar mengalir pada sektor produktif melalui pinjaman lunak modal kerja. PTPN I Regional 5 mencatat penyaluran sebesar Rp28,18 miliar yang menyasar 2.818 peternak sapi dan kambing di Jember. Skema yang ditawarkan pun sangat kompetitif, yakni bunga ringan hanya 3% per tahun, guna memastikan para peternak mampu mengembangkan skala usahanya secara mandiri.
Selain peternakan, sektor UMKM juga mendapat suntikan pemberdayaan ekonomi produktif senilai Rp115,92 juta.
Total bantuan TJSL dan Non-TJSL yang bersifat hibah tercatat sebesar **Rp2,26 miliar**. Dari angka tersebut, sektor sosial ekonomi mendominasi dengan serapan mencapai 72,83% atau setara Rp1,65 miliar. Beberapa program unggulan yang menjadi sorotan antara lain:
* Infrastruktur: Pembangunan sarana publik senilai Rp519,06 juta.
* Hunian Layak: Program bedah rumah berkelanjutan sebesar Rp384,48 juta.
* Kesehatan: Penanganan stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebesar Rp109,65 juta.
* Pendidikan: Akses kualitas pembelajaran dan sarana fasilitas belajar senilai Rp274 juta.
* Lingkungan: Inisiatif keberlanjutan ekosistem dan tanggap bencana sebesar Rp25 juta.
“Kami meyakini bahwa pembangunan daerah akan semakin kuat apabila didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Perusahaan hadir melalui program yang mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo.
Subagiyo menambahkan bahwa fokus utama perusahaan bukan sekadar memberikan bantuan sesaat (charity), melainkan menciptakan dampak jangka panjang. Penyaluran bantuan yang tepat sasaran diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Jember, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat.[rea]






