Magetan (beritajatim.com) – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir melaksanakan penghadangan terhadap jalur logistik Gerakan Magetan Merdeka (GMM) di kaki Gunung Lawu, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian latihan Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) TW I TA 2024.
Dengan materi penghadangan, prajurit Yontaifib 2 Marinir diharapkan dapat mempertajam kemampuannya dalam melaksanakan sabotase terhadap sasaran-sasaran terpilih dalam Operasi Khusus.
Dalam pelaksanaannya, prajurit Yontaifib 2 Marinir bergerak secara senyap dan mematikan. Mereka menggunakan taktik dan teknik infiltrasi untuk mendekati sasaran.
Setelah berhasil mendekati sasaran, prajurit Yontaifib 2 Marinir kemudian melakukan penghadangan dan berhasil melumpuhkan semua anggota Gerakan Magetan Merdeka yang berada di jalur logistik tersebut.

Danyon Taifib 2 Marinir Mayor Marinir Sandi Varikta, S.E., M.Tr.Opsla, yang memimpin langsung latihan tersebut, mengatakan bahwa kesiapsiagaan sebagai prajurit Tri Media harus terus diasah.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, kesiapan, profesionalisme, dan mentalitas prajurit dalam rangka mendukung tugas Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
“Latihan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit Yontaifib 2 Marinir dalam melaksanakan operasi khusus,” ujar Mayor Marinir Sandi Varikta, Minggu (22/01/2024).
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit Yontaifib 2 Marinir agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional,” imbuhnya.
Latihan penghadangan ini merupakan salah satu rangkaian latihan SKPL TW I TA 2024 yang akan dilaksanakan selama tiga bulan. Selain latihan penghadangan, prajurit Yontaifib 2 Marinir juga akan melaksanakan latihan-latihan lain, seperti latihan serangan, latihan pertahanan, dan latihan menembak. (ted)






