Lamongan (beritajatim.com) – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Praka Marinir Dicky Yogha Priambada, prajurit TNI AL asal Kabupaten Lamongan yang gugur akibat bencana tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kampung halamannya, Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Selasa (3/2/2026).
Jenazah tiba di rumah duka, diantar menggunakan kendaraan militer Korps Marinir TNI AL. Isak tangis keluarga, terutama sang istri, pecah saat peti jenazah diturunkan dari kendaraan. Sebelumnya, jenazah telah dishalatkan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke kampung halaman.
Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer di Makam Islam Dusun Sugio, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Kakak sepupu korban, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa kabar hilangnya Praka Dicky pertama kali diterima oleh sang istri melalui pihak kesatuan. Saat itu, korban diketahui tengah menjalankan penugasan di wilayah Cisarua, Bandung Barat, yang kemudian dilanda bencana tanah longsor.
Hadi juga menuturkan adanya pesan terakhir dari almarhum yang kini dirasakan sebagai firasat. Beberapa hari sebelum kejadian, Praka Dicky sempat meminta sang istri untuk membeli sebuah payung berwarna hitam dan mengirimkannya kepada ibunya.
“Ibunya juga sempat punya firasat. Sekitar tiga atau empat hari sebelum kejadian, ada kiriman payung dari Dicky, juga dompet yang katanya untuk keperluan pengajian. Payung itu seperti simbol untuk memayungi jenazah,” kata Hadi.
Praka Marinir (Anm) Dicky Yogha Priambada tercatat sebagai salah satu korban dalam peristiwa tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat. Ia gugur saat menjalankan tugas negara, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan institusinya. (fak/ian)






