Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melalui program budidaya ikan lele yang dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan langsung dari petugas.
Kegiatan ini berlangsung di area branggang dalam lingkungan Lapas Kelas IIB Mojokerto. Budidaya ikan lele tersebut merupakan bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Para petugas aktif mendampingi warga binaan dalam berbagai tahapan, mulai dari pemberian pakan, pengecekan kualitas air, hingga pemantauan pertumbuhan ikan. Hingga pertengahan 2025, Lapas Kelas IIB Mojokerto sudah dua kali panen lele yakni pada tanggal 25 Februari dan 11 Juni 2025 lalu.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan semata, tetapi juga strategi membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah masa pidana berakhir.
“Budidaya ikan lele ini merupakan bagian dari dukungan Lapas Kelas IIB Mojokerto terhadap program ketahanan pangan nasional. Selain itu, kami ingin warga binaan memiliki keterampilan riil yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya, Senin (30/6/2025).
Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan pelaksanaan yang konsisten, diharapkan program tersebut tak hanya menghasilkan panen ikan, tetapi juga melahirkan warga binaan yang lebih produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat. [tin/aje]






