Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada sisi kemanusiaan. Salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut adalah melalui kegiatan senam pagi bersama warga binaan yang digelar secara rutin.
Berlokasi di lapangan blok hunian, puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias mengikuti senam yang dipandu oleh instruktur profesional. Gerakan-gerakan dinamis yang diiringi musik energik tidak hanya membangkitkan semangat dan kebugaran fisik, tetapi juga menciptakan suasana gembira dan mempererat ikatan sosial antar sesama WBP maupun dengan para petugas.
Petugas pengamanan dan pembinaan turut hadir mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan semuanya berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan jasmani rutin yang dirancang untuk mendukung kesehatan fisik serta kestabilan emosi para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan, bukan sekadar hukuman. “Kami tidak ingin warga binaan hanya sekadar menjalani hukuman,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Menurutnya, warga binaan tetap memiliki hak untuk sehat, bahagia, dan bertumbuh secara positif. Melalui senam pagi, pihaknya ingin menanamkan semangat hidup sehat, kebersamaan, serta menciptakan iklim yang mendukung pemulihan sosial dan emosional.
“Senam pagi adalah sarana untuk membangun semangat, kesehatan, dan rasa kebersamaan. Sekaligus membekali diri untuk kembali ke masyarakat dengan mental dan fisik yang lebih kuat. Pendekatan pemasyarakatan saat ini adalah pemulihan, bukan semata hukuman. Kami ingin mereka pulang sebagai pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.
Dengan konsep pembinaan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan, Lapas Kelas IIB Mojokerto terus berupaya membentuk lingkungan pemasyarakatan yang sehat, ramah, dan berdampak nyata bagi masa depan warga binaan, serta memperkuat visi reintegrasi sosial yang menjadi esensi pemasyarakatan modern. [tin/beq]






