Blitar (beritajatim.com) – Lapak kosong di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar bakal dilelang. Ini lantaran lapak-lapak tersebut tidak ditempati pedagang meski pembangunan pasar sudah sepenuhnya rampung.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, mengatakan langkah ini dilakukan demi menghidupkan kembali Pasar Legi Kota Blitar. Menurutnya saat ini rencananya tersebut masih dalam proses pembahasan.
“Nanti kami akan lelang lapak yang kosong tersebut, tapi masih kami bahas,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo, Senin (10/4/2023).
Hakim menjelaskan saat ini Pemkot Blitar tengah berkoordinasi dengan pihak swasta terkait hal tersebut. Penjajakan dan komunikasi saat ini tengah dilakukan oleh Pemkot Blitar dengan pihak swasta.
Bila semua telah disetujui Pemkot Blitar maka pihak swasta ini akan mengisi lapak los lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar. Nantinya pihak swasta ini akan mengelola wahana permainan anak di pasar Legi Kota Blitar.
Pihak swasta ini pun secara otomatis akan menggantikan posisi para pedagang yang enggan menempati lapak yang sudah diberikan oleh Pemkot Blitar.
“Nantinya akan ada wahana permain anak yang akan dikelola dari pihak swasta saat ini masih proses penjajakan dan komunikasi setelah itu baru akan kami ajukan ke Wali Kota Blitar,” tegasnya.
Baca Juga:
Tak Strategis, Pedagang Ogah Tempati Lapak Pasar Legi Blitar
Pemkot Blitar berharap dengan adanya pihak swasta yang masuk ke dalam pengelolaan pasar itu dapat menghidupkan kembali pasar Legi yang saat ini kondisinya tengah lesu. Diharapkan dengan begitu masyarakat dapat tahu dan mau untuk berkunjung serta berbelanja di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar.
Kondisi lapak dagangan di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar sendiri hingga kini masih banyak yang kosong. Setelah satu tahun peresmian para pedagang masih enggan untuk mengisi jatah lapak dagangan yang telah diberikan oleh Pemkot Blitar.
Para pedagang ogah mengisi lapak dagangan yang telah diberikan oleh Pemkot Blitar lantaran dianggap kurang strategis. Para pedagang berpendapat bahwa desain pasar yang baru ini, membuat para pembeli enggan untuk mampir ke dalam pasar.
Desain pasar yang baru ini membuat lapak pedagang yang berada di lantai dua tidak terlihat dari bawah karena adanya tembok pembatas. Sehingga masyarakat tidak mengetahui jika di lantai dua ada banyak lapak dagangan.
“Ya itu loh mas karena ada bangunan yang tepat di depan pintu masuk itu kan jadi pembatas tuh orang jadi tidak bisa lihat di atas itu ada apa ada apa dagangan atau tidak jadi enggan masyarakat untuk naik ke atas,” kata Cak Pe, pedagang pasar Legi Kota Blitar.
Baca Juga:
Pedagang Pasar Legi Blitar Keluhkan Listrik Tak Dihidupkan
Dari total 174 lapak yang disediakan, yang terisi hanya hitungan jari saja. Para pedagang enggan menempati lapak di lantai dua pasar Legi Kota Blitar karena dianggap kurang strategis untuk berjualan.
Sebenarnya para pedagang sudah menempati sejumlah lapak dagangan di lantai dua Pasar Legi, pasca diresmikan pada bulan April 2022 lalu oleh Pemkot Blitar. Namun setelah berjualan beberapa bulan, kondisi lapak pedagang tetap sepi, dan jarang ada pembeli yang mampir.
Kondisi itu pun membuat para pedagang memilih untuk menutup lapak dagangannya. Langkah ini dilakukan demi menghindari kerugian yang lebih besar.
“Lapak-lapa ini sebetulnya sudah ada yang nempati Mas dulu awal-awal setelah diresmikan tapi terus sepi-sepi gitu akhirnya ya memilih tutup sekarang ya banyak yang kosong seperti ini,” pungkasnya. [owi/beq]






