Lamongan (beritajatim.com) – Lamongan Tempo Doeloe, event yang digelar dalam rangka Haru Jadi Lamongan ke-454 meriah dengan kehadiran 144 stan. Dari 114 itu 64 di antaranya adalah stan dari OPD, kecamatan, BUMD, BUMN, dan swasta, sedangkan 50 stan sisanya diisi oleh UMKM.
Kehadiran ratusan stan tersebut itu tampak membawa masyarakat yang hadir untuk bernostalgia. Stan-stan itu menyajikan arsitektur zaman dahulu, termasuk jajanan dan pagelaran seni atau pertunjukan khas tempo dulu yang homogen.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, homogennya budaya yang disuguhkan itu menjadi gambaran dan bukti bahwa Lamongan sudah megilan sejak zaman dahulu.
“Lamongan tempo doeloe dalam rangka peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) yang ke-454. Ini menunjukan sejak dari dahulu Lamongan sudah megilan. Megilan dalam hal semuanya, yang dapat kita lihat melalui stan-stan baik budaya, makanan, minuman, yang menunjukan Lamongan tempo doeloe sudah Megilan,” tutur Bupati Yuhronur, di stan Lamongan Tempo Doeloe, Lapangan Gajah Mada, Jumat (9/6/2023).
Baca Juga:
Pemkab Lamongan Serahkan Seribu NIB Bagi Pelaku UMKM
Lebih lanjut, Bupati Yuhronur mengatakan bahwa perhelatan Lamongan Tempo Doeloe ini akan berlangsung selama 3 hari, yang dimulai sejak hari Kamis kemarin hingga Sabtu (10/6/2023) besok.
Perhelatan itu juga menampilkan pelawak senior yakni Cak Silo Cs, beragam hiburan musik tradisional seperti campursari, keroncong, lalu lomba masak olahan ikan, lomba otak-otak, pentas seni mulai dari siswa-siswi PAUD, SMA hingga lainnya.
Baca Juga:
Bupati Lamongan Kerap dari Trah Sidayu, Apakah Bandul Politik di Pilkada 2024 Berbalik?
“Kegiatan ini sekaligus ditujukan untuk mewujudkan iklim kemitraan antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat. Semua pihak dapat turut serta mendukung program #ayoditumbasi produk-produk makanan, jajanan, minuman, hasil laut binaan pemerintah, BUMD, serta swasta, di 50 stan khusus UMKM yang tersedia,” papar Yuhronur. [riq/beq]






