Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bakal menjalankan modifikasi cuaca bersama BMKG dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Program ini dimaksudkan untuk mengamankan pasokan air di Lamongan saat musim kemarau.
“Kami sudah dikonfirmasi oleh BMKG dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) bahwa Lamongan terdaftar sebagai daerah yang dilakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca). Tujuannya untuk mengamankan pasokan air di musim kemarau. Ini pertama kalinya,” kata Kepala Dinas Pengerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan Gunadi, Selasa (4/6/2024).
Gunadi menjelaskan, Lamongan masuk di cluster empat yang telah melangsungkan penerbangan sorti 1, dengan sistem tebar garam pada awan yang berpotensi hujan, menggunakan pesawat dari Malang.
“Penerbangan sorti 1 dilakukan pada pukul 13.15 WIB. Untuk seluruh pelaksanaan sistem dilakukan oleh BBWS dan BMKG. Daerah hanya bertugas memantau curah hujan dan kondisi waduk di daerah masing-masing,” jelasnya.
Hingga kini, Gunadi menyebut, total ada 12 penampungan air di wilayah aliran Bengawan Solo yang akan dilakukan TMC. Di Kabupaten Lamongan sendiri ada dua sumber air yang menjadi target pemenuhan pasokan menggunakan TMC, yakni Waduk Gondang dan Waduk Prijetan.
“Ada dua penampungan air yang akan dipenuhi, semuanya ada di wilayah selatan, karena memang wilayah selatan di Lamongan mengalami kekeringan. Sedangkan wilayah utara masih bisa dikategorikan aman dengan lokasinya dekat dengan bengawan,” terangnya.
Lebih lanjut, Gunadi menyampaikan bahwa pelaksanaan TMC dimulai pada 30 Mei 2024 sampai dengan 10 Juni 2024 mendatang. Selain untuk mengatasi kekeringan, TMC juga dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah.
Ditegaskan Gunadi, sebagai daerah yang berpredikat sebagai lumbung pangan nasional, Kabupaten Lamongan sangat membutuhkan dan mendukung program TMC. Utamanya di wilayah selatan, yang mana ketersediaan air untuk pertanian di wilayah ini hanya mengandalkan insfrastruktur sumber daya air seperti waduk dan embung.
Melalui program TMC ini, Gunadi berharap, volume Waduk Gondang kini menjadi 9.534 juta meter kubik atau bisa dikatakan penuh. Begitupun dengan Waduk Prijetan yang saat ini memiliki volume air 5.407 juta m kubik.
“Diharapkan dengan dilakukan TMC, kedua waduk tersebut jadi penuh. Sehingga cukup untuk memenuhi musim tanam kedua dan cadangan air untuk musim tanam ketiga,” pungkasnya. [riq/beq]






