Probolinggo (beritajatim.com) – Beredarnya foto seorang siswi sekolah dasar di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dengan wajah lebam sempat viral dan menghebohkan masyarakat. Banyak yang menduga siswi tersebut, yang diketahui bernama INS, menjadi korban perundungan alias bullying di sekolahnya.
Menanggapi hal tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo langsung melakukan penyelidikan. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap INS dan keluarganya, polisi memastikan bahwa lebam di wajah INS bukan disebabkan oleh tindakan kekerasan atau perundungan.
Menurut keterangan ibu INS, NK (35), anaknya memiliki kebutuhan khusus, yaitu gangguan komunikasi dan temperamen yang labil.
“Sejak kelas 3 SD, INS sering menyakiti dirinya sendiri saat sedang marah,” ungkap Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana melalui Kasi Humas Iptu Merdhania Pravita Shanty.
Peristiwa lebam yang dialami INS terjadi saat ia sedang piket di sekolah. Saat itu, INS yang sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil tiba-tiba membenturkan kepalanya ke meja hingga menyebabkan luka lebam.
“Foto lebam di wajah INS kemudian viral di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat. Namun, setelah kami lakukan penyelidikan, dipastikan bahwa INS bukan korban bullying,” jelas Iptu Vita.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, terutama dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Sebelum menyebarkan informasi, sebaiknya kita memastikan kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah atau kesalahpahaman.
“Kejadian ini juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka membutuhkan dukungan dan lingkungan yang aman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkas Iptu Vita. [ada/aje]






