Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar duka kembali datang dari tanah suci Mekkah Arab Saudi. Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo, bernama Hj. Istingah meninggal dunia pada hari Rabu (26/6) dini hari waktu Arab Saudi.
Padahal, malamnya yang bersangkutan masih berkomunikasi lewat handphone dengan keluarganya di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Kauman Ponorogo. Duka yang mendalam pun dirasakan oleh keluarga jemaah haji yang masuk dalam sun kelompok terbang (kloter) 19 tersebut.
“Tadi malam itu masih telepon dengan saya. Nah, subuh tadi dikabari bahwa ibu dalam kondisi drop. Tidak berselang lama, terima kabar lagi bahwa ibu sudah meninggal dunia,” ungkap Anak bungsu Istingah, Mohammad Khoirul Abidin, Rabu (26/06/2024).
Khoirul menceritakan bahwa pada Selasa malam, ibunya masih sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga di rumah. Hj. Istingah menanyakan persiapan rumah untuk menyambut kepulangannya. Sebab, rencananya, jemaah haji kloter 19 asal Kabupaten Ponorogo tiba di tanah air pada hari Jumat (28/6) nanti. Selain itu, almarhumah juga sempat bercanda dengan cucunya lewat sambungan telepon.
“Ibu menanyakan persiapan rumah untuk menyambut kepulangan haji dan sempat bercanda dengan kita. Saat itu kondisinya terlihat sangat baik,” kata Abidin yang merupakan anak nomor 7 tersebut.
Namun, pada hari Rabu waktu Arab Saudi, Abidin dihubungi oleh kakaknya yang nomor 1, yang turut mendampingi Hj Istingah menunaikan ibadah haji. Kakaknya mengabarkan bahwa kondisi ibunya tiba-tiba drop dan harus dirawat di RS An Noor, Mekkah. Meskipun sudah mendapatkan perawatan, Hj Istingah akhirnya meninggal dunia yang disinyalir karena sesak napas. Abidin mengaku sangat terkejut mendapatkan kabar tersebut. Pasalnya, ibunya berangkat dalam kondisi sehat meski memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Pun, saat berkomunikasi pada Rabu malam itu, ibu juga nampak dalam keadaan sehat.
“Kita sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Ibu berangkat dalam kondisi sehat meskipun memiliki riwayat diabetes melitus,” kata laki-laki alumni SMPN 4 Ponorogo tersebut.
Rencananya, jenazah Hj Istingah akan dimakamkan di Mekkah. Sementara itu, kakak Abidin yang mendampingi almarhumah selama menunaikan ibadah haji juga akan pulang ke Ponorogo, bersama dengan jamaah haji sub kloter 19 pada Kamis (27/6). Diperkirakan sampai ke Indonesia pada hari Jumat nanti.
“Ibu rencananya akan dimakamkan setelah salat duhur waktu Arab Saudi. Kakak saya nantinya juga akan pulang sesuai jadwalnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, diketahui bahwa salah satu jemaah haji dengan nama Sahri Muhammad Nur (78) meninggal dunia. Warga Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo Ponorogo itu, meninggal dunia pada hari Minggu (9/6) pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit An-Nur, Makkah. (end/kun)






