Jakarta (beritajatim.com) – Pertandingan antara Persijap Jepara dengan Arema FC di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (30/8/2025) sore, berakhir dengan skor 0-0. Meski tidak ada gol yang tercipta, laga ini diwarnai dua kartu merah dan sejumlah peluang menarik.
Pertandingan langsung memanas sejak menit awal. Sudi Abdallah dari Persijap nyaris mencetak gol di menit pertama setelah merebut bola dari lini belakang Arema FC, namun usahanya digagalkan di kotak penalti.
Pada menit kelima, kiper Arema FC, Adi Satryo, melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau tendangan keras Rosalvo dari Persijap.
Arema FC mendapat peluang pada menit kesembilan melalui tendangan kaki kiri Valdeci, tetapi bola meleset ke sisi kanan gawang. Persijap terus menekan selama 15 menit awal babak pertama, meski Arema mulai menemukan ritme permainan menjelang akhir babak.
Drama terjadi pada menit ke-35 ketika wasit menggunakan VAR untuk memeriksa insiden antara Alexis (Persijap) dan Betinho (Arema FC). Wasit mendapati keduanya melakukan gerakan tambahan, dengan Alexis menghantamkan sikut dan Betinho melukai wajah lawan sebagai balasan.
Akibatnya, kedua pemain diganjar kartu merah, membuat masing-masing tim bermain dengan 10 pemain. Babak pertama ditutup dengan tambahan waktu lima menit, tetapi skor tetap kacamata.
Pada babak kedua, Arema mengganti Valdeci dengan Balinsa, sementara Persijap memasukkan Elvis Sakyi dan Dicky Kurniawan pada menit ke-53.
Dicky nyaris mencetak gol setelah menerima bola liar dari Alfarizie, tetapi Adi Satryo kembali sigap menangkap bola di kotak penalti. Arema kemudian memasukkan Razzaa dan Iksan Lestaluhu untuk menambah daya serang.
Meski wasit memberikan tambahan waktu empat menit, kedua tim gagal mencetak gol. Pertandingan berakhir dengan skor 0-0, meninggalkan kesan sengit namun tanpa pemenang. (faw/kun)






