Surabaya (beritajatim.com) – Pertengahan tahun adalah waktu dimana kebanyakan perusahaan melakukan evaluasi terhadap hasil laba yang diperoleh perkuartal. Laporan laba juga menjadi pertimbangan investor untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut untuk kuartal selanjutnya.
Laporan perusahaan hiburan Korea Selatan menjadi sorotan terkait hal ini mengingat perkembangan industri KPOP yang semakin menguat di dunia.
Pada hari Rabu (17/08), Perusahaan hiburan SM Entertainment telah melaporkan penjualan dan laba operasinya untuk kuartal kedua tahun 2022.
Pertama, SM Entertainment melaporkan jumlah penjualan total 184,4 miliar KRW atau senilai dengan 2,071 triliun rupiah untuk kuartal kedua tahun 2022. Angka ini turun sekitar 1% dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu.
Sedangkan laba operasional SM Entertainment untuk kuartal kedua tahun ini dilaporkan sebesar 19,4 miliar KRW atau senilai 217,9 miliar rupiah. Kembali angka ini turun sekitar 30% dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2021.
Pada kuartal kedua 2022, penjualan MD menyumbang total pendapatan sebesar 27,3 miliar KRW atau senilai dengan 306,7 miliar rupiah. Penjualan ini juga diperoleh dari kegiatan dimulainya kembali berbagai konser baik di dalam negeri maupun di luar negeri, serta melalui berbagai toko pop-up NCT.
Alasan utama laba perusahaan SM Entertainment turun sebanyak 30%
Penurunan laba operasional SM Entertainment sebanyak 30% untuk kuartal kedua tahun 2022 disebabkan oleh kerugian yang diderita anak perusahaannya, yakni Dream Maker. Dream Maker adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas beberapa acara, salah satunya pembatalan tur AS The Boyz di tengah jalan karena COVID-19.
Dilihat dari kerugian ini, nampaknya performa keuntungan SM Entertainment yang lain belum cukup untuk mempertahankan angka laba operasionalnya.
Target SM Entertainment menaikkan laba operasional di kuartal ketiga tahun 2022
SM Entertainment akan mendapatkan peningkatan yang nyata dalam penjualan dan laba operasional pada kuartal ketiga tahun 2022 dengan penjualan album dan merchandise dari beberapa artisnya, yaitu aespa, NCT, Girls’ Generation dan Super Junior.
Keuntungan lainnya juga didapat dari aktivitas konser tur luar negeri NCT, konser NCT Dream di Seoul, konser ‘SMTOWN LIVE’ di Suwon dan Tokyo, dll.
Sementara itu, NCT sebagai artis andalan SM Entertainment dalam meraup keuntungan tahun ini akan dijadwalkan untuk melakukan tiga kali comeback pada paruh kedua tahun 2022 dan konser tur dunia yang dijadwalkan pada kuartal keempat tahun ini.
Apa itu laba operasional?
Laba operasional adalah pendapatan total dari fungsi bisnis inti untuk periode tertentu. Tidak termasuk keuntungan yang diperoleh dari investasi tambahan, seperti pendapatan terpisah dari bisnis lain yang dimiliki perusahaan.
Laba operasional berfungsi sebagai indikator kesehatan bisnis yang sangat akurat karena menghilangkan semua faktor asing dari penghitungan, seperti pengurangan bunga dan pajak.
Meskipun laba operasional yang positif menunjukkan kesehatan bisnis secara keseluruhan, sebenarnya hal itu tidak menjamin keuntungan di masa depan. Hal ini karena laba operasional yang positif tidak serta merta membuat perusahaan mendapat profit tinggi.
Terakhir, untuk melihat hasil dari langkah SM Entertainment berikutnya, maka kita juga harus memantau laporan laba operasionalnya di kuartal ketiga dan keempat tahun ini. (Kai/ian)






