Malang (beritajatim.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) terhadap anak selama dua bulan terakhir ditahun ini, cukup tinggi. Tercatat dari bulan Januari-Februari 2024, anak usia 1-14 tahun sebanyak 101 anak sudah terserang DBD.
Meski begitu, jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu di bulan yang sama. Sebab, kasus anak yang terserang DBD di tahun 2023 sebanyak 113 anak.
Kasubsi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Malang Choiriah belum lama ini menjelaskan, kasus ini tersebar secara merata di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang.
“Tetapi secara data total kasusnya menurun bila dibandingkan dengan kasus bulan Januari-Februari 2023 lalu,” katanya.
Kendati demikan, Choiriah menyebut, tidak ada korban jiwa lantaran menderita demam beradarah. Begitupun di tahun 2023 lalu juga tidak ada penderita anak hingga meninggal dunia.
Namun, kasus DBD ini, kata Choiriah, tetap perlu diwaspadai. Karena demam berdarah bisa merengut nyawa seseorang.
Choiriah menegaskan, hal-hal yang harus diketahui oleh masyarakat adalah ciri-ciri demam berdarah. Katanya, apabila anak menderita demam tinggi secara medadak, nyeri di sekujur tubuh, lalu muncul bintik kemerahan, maka harap segera diperiksa.
Selain itu, bila anak juga mengalami pendarahan di hidung atau gusi, jangan pikir panjang segera dilakukan pemeriksaan. Sebab, DBD itu kata Choiriah, sudah memasuki fase kritis.
“Bila tanda itu muncul harap segera melakukan pemeriksaan ke dokter,” tegasnya.
Kemudian melapor ke Dinas Kesehatan suapaya dilakukan penanggulangan. Hal itu untuk memutus rantai penularan DBD dan mencegah terjadinya KLB (kejadian luar biasa).
“Setelah hasil penyelidikan epidemiologi (PE) ditemukan positif dan ada 1 atau lebih penderita, lalu juga ada jentik di rumah yang diperiksa, maka dilakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” jelasnya.
Jika hasilnya negatif, artinya tidak ditemukan penderita lainya, namun ditemukan jentik, maka tetap dilakukan PSN plus 3M (menguras, menutup, dan mengubur).
“Kami lakukan penyuluhan juga kepada masyarakat,” pungkasnya. [yog/aje]






