Pacitan (beritajatim.com) – Kabar menggembirakan datang bagi anak-anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pacitan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan mendapatkan tambahan kuota sebanyak 100 siswa untuk jenjang Sekolah Rakyat tingkat SMA.
Tambahan ini melengkapi kuota sebelumnya yang telah menampung 100 siswa, sehingga total siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat mencapai 200 orang.
“Kuota ini dikhususkan bagi anak-anak tidak sekolah atau ATS, khususnya jenjang SMA. Bisa jadi bukan hanya lulusan tahun ini, tapi juga bagi siswa yang sempat putus sekolah setelah lulus SMP,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, Rabu (16/7/2025).
Khemal menjelaskan bahwa tambahan kuota ini secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak tidak sekolah, terutama lulusan SMP yang sempat putus sekolah. Para siswa tambahan akan mengikuti pembelajaran di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Pacitan yang saat ini tengah dalam tahap renovasi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, masih terdapat 1.187 anak tidak sekolah di Pacitan. Dengan kondisi itu, penambahan kuota Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi konkret untuk menekan angka ATS, terutama dari kalangan masyarakat kurang mampu.
Tambahan kuota ini merupakan hasil komunikasi langsung Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, dengan Menteri PUPR, Dody Hanggodo, saat menghadiri kegiatan retreat Partai Demokrat di Pacitan beberapa waktu lalu.Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial dengan berkoordinasi ke Kementerian Sosial.
“Penambahan rombel SR tahap II merupakan bentuk keseriusan Bupati Pacitan untuk mengentaskan Kemiskinan,”jelasnya.
Program Sekolah Rakyat ini juga mendapat dukungan penuh dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong agar kuotanya terus diperbesar sehingga semakin banyak anak dari keluarga tidak mampu memperoleh akses pendidikan yang layak.
Sebelumnya, 100 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat telah memulai tahun ajaran 2025/2026 dengan sistem pembelajaran boarding di Gedung Diklat BKPSDM Pacitan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66 siswa adalah perempuan dan 34 siswa laki-laki. (tri/but)






