Bangkalan (beritajatim.com) – Program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mulai direalisasikan di Kabupaten Bangkalan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan saat ini sudah menyiapkan tenaga pendidik untuk mendukung keberlangsungan program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Moh. Yakub, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 37 calon guru dari jenjang SD dan SMP. Para guru tersebut terdiri dari tenaga pengajar aktif serta guru yang telah lulus Program Profesi Guru (PPG).
“Kami sudah siapkan nama-namanya. Nantinya setelah program Sekolah Rakyat ini di-launching secara resmi, Kemensos akan meminta data guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya. Pendaftaran bisa melalui usulan dari dinas atau dari guru PPG,” jelas Yakub, Selasa (15/7/2025).
Selain itu, Disdik Bangkalan juga telah menyiapkan tiga nama dari masing-masing jenjang untuk diusulkan menjadi kepala sekolah. Data tersebut hanya tinggal menunggu permintaan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, Wibagio Suharta, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Bangkalan akan memanfaatkan Balai Diklat BKPSDM sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar. Pihak pusat sudah melakukan peninjauan lokasi tersebut.
“Untuk tahap pertama, akan dibuka tiga rombongan belajar. Dua rombel untuk jenjang SD dan satu rombel untuk SMP, masing-masing maksimal 25 siswa,” ujar Wibagio.
Ia juga menyebutkan bahwa proses ground check saat ini masih berlangsung oleh tim pendamping guna memastikan kelengkapan dan pemenuhan kuota murid yang telah dipetakan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi pemerataan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, sekaligus mencetak generasi muda yang berkualitas. [sar/beq]






