Surabaya (berijatatim.com) – Sebanyak 241 ribu Calon Jamaah Haji (CHJ) Indonesia ditargetkan akan berangkat tahun ini 1445 H/2024. Adapun jumlah CHJ ini merupakan jumlah terbesar yang akan diberangkatkan Indonesia sepanjang sejarah.
Melansir portal resmi Kemenag RI Kamis (22/2/2024), Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) H Hilman Latief menuturkan Indonesia akan memberangkatkan jamaah haji 1445 H/2024 M sebanyak 221 ribu kuota normal ditambah 20 ribu kuota tambahan yang semuanya berjumlah total 241 ribu orang calon jamaah.
Jumlah ini menjadi terbesar sepanjang sejarah. Kuota sebanyak itu juga menjadikan Kementerian Agama berpikir keras bagaimana mengatur ulang tempat mabit (bermalam) di Mina yang hanya mempunyai luas sekitar 6,35 kilometer, namun harus bisa menampung semua jamaah haji Indonesia dengan kapasitas yang disediakan.
Pada 2024 ini Saudi mempunyai kebijakan baru terkait biaya penempatan jamaah di Mina.
“Semakin dekat dengan tempat melempar ‘setan’ (jamarat) maka biayanya semakin mahal,” kata Hilman
Untuk penempatan di zona 1 biayanya di atas Rp200 juta, zona 2 sejumlah 200 juta. Tingginya biaya yang harus dikeluarkan tidak memungkinkan dibebankan kepada jamaah.
“Uang jamaah reguler kita hanya cukup untuk di zona 3 dan 4. Gus Men (Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas) minta kepada saya untuk naik di zona 2, efeknya BPIH naik, akhirnya tidak jadi,” tandasnya.
Jamaah haji reguler Indonesia yang terlokalisir di zona 3 dan 4, lanjut Hilman menjadikan tempat yang terbatas tersebut harus dibagi untuk 221 ribu jamaah, Kemenag menghitung, masing-masing jamaah akan mendapatkan tempat seluas 95 cm.
“Setelah dihitung, kemudian hari kita mendapatkan kuota tambahan sebanyak 20 ribu. Itu kalau dihitung, kita butuh tambahan 20 ribu meter atau 2 hektare. Ini tempatnya tidak cukup,” imbuhnya.
Akhirnya, sesuai arahan Menteri Agama menghitung bagaimana jika jatah setiap jamaah haji yang sudah direncanakan yang semula 95 cm itu dikurangi sedikit untuk berbagi dengan kuota tambahan. [aje]






