Jember (beritajatim.com) – Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takeyama Kenichi, mengunjungi Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (15/12/2021). Ia menawarkan kerjasama perekrutan tenaga perawat untuk bekerja di Jepang.
Kenichi mengatakan, Jepang membutuhkan perawat terampil untuk bekerja di fasilitas kesehatan dan atau merawat orang lanjut usia. Tersedia kuota untuk 500 orang perawat asal Indonesia setiap tahun yang bisa diisi lulusan diploma dan sarjana keperawatan untuk bekerja di fasilitas kesehatan. Perawat lansia dikhususkan lulusan program studi diploma keperawatan.
“Kami memberikan pelatihan Bahasa Jepang di Indonesia sebelum peserta berangkat ke Jepang. Peserta yang lolos seleksi akan menerima gaji sesuai standar gaji perawat di Jepang,” kata Kenichi, sebagaimana dilansir Humas Universitas Jember, Kamis (16/12/2021).
Program ini adalah program Kementerian Kesehatan Jepang, sehingga ada jaminan penempatan dan perlindungan kerja. “Peserta yang telah melewati masa kontrak tiga hingga empat tahun, masih memiliki kesempatan memperpanjang kontraknya lagi,” kata Kenichi.
Kenichi baru menempati pos di Surabaya pada April 2021. Dalam kunjungan pertamnya ke Unej, ia disambut langsung Rektor Iwan Taruna yang didampingi Wakil Rektor I dan III di ruang tamu gedung auditorium Universitas Jember. Kunjungan ini memperkuat kerjasama antara pemerintah Jepang dengan Universitas Jember.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Iwan Taruna berjanji akan meneruskan informasi tawaran kerjaini ke Fakultas Keperawatan untuk segera ditindaklanjuti. Menurutnya, Fakultas Keperawatan Universitas Jember sudah memiliki modal kuat.
“Para lulusannya selalu mendapatkan nilai yang bagus di setiap uji komptenesi perawat. Oleh karena itu kami berharap memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari Konsul Jenderal Jepang di Surabaya mengenai program ini, khususnya bagaimana standar perawat di Jepang agar kami bisa mempersiapkan lulusan dengan lebih baik lagi,” katanya. [wir/suf]






