Bojonegoro (beritajatim.com) – Guna memberikan support tercapainya ketahanan energi nasional, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan industri hulu migas.
Hal tersebut disampaikan oleh Pangdam saat mengunjungi Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (4/8/2022).
Dalam kunjungannya, Pangdam berpesan dan mengajak masyarakat yang ada di Jawa Timur khususnya di Bojonegoro untuk bersama-sama menjaga proyek JTB sebagai bentuk rasa memiliki. Proyek JTB ini, kata Pangdam V Brawijaya, akan memproduksi gas yang besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.
“Jadi mari kita jaga proyek ini, supaya segera menghasilkan yang pada gilirannya dapat bermanfaat untuk masyarakat lebih luas,” ungkap Jenderal bintang dua kelahiran Malang, Jawa Timur ini.
Ditambahkannya, salah satu tugas TNI ialah membantu mengamankan objek vital nasional dan Jawa Timur ini merupakan satu penghasil migas terbesar sehingga perlu adanya sinergi seluruh elemen bangsa. Selain silaturahmi, Pangdam hendak mendengar masukan atau usulan langsung dari lapangan jika terdapat dukungan yang diperlukan.
“Masalah sosial dan keamanan perlu dijaga bersama dengan mengedepankan komunikasi positif supaya kedepan semua dapat berjalan secara lancar dan baik,” lanjutnya.
Dalam kesempatan ini, Pjs General Manager Gas Project JTB Ruby Mulyawan menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran TNI Angkatan Darat (AD) yang memberikan dukungan kepada JTB baik dalam aspek keamanan maupun suport di bidang lainnya.
Sebelumnya melalui sinergi TNI dan Pertamina EP Cepu (PEPC) tahun lalu, Kodam V/Brawijaya telah menggelar program serbuan vaksinasi Covid-19 guna mempercepat kekebalan komunal di lingkungan proyek gas JTB ini.
“Kunjungan Pangdam ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami, serta menjadi sumber motivasi untuk terus mensukseskan proyek ini,” ungkapnya.
Senada dengan Ruby, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Jabanusa, Asyhad, yang turut hadir menyambut kunjungan Pangdam V/Brawijaya ke JTB menyampaikan bahwa selama ini Kodam V/Brawijaya banyak mendukung kegiatan hulu migas yang berada di wilayah Jabanusa.
“Untuk kegiatan hulu migas maupun kerjasama penanganan pandemi selama ini kami selalu bersinergi. Salah satu dukungan TNI AD pada industri hulu migas terkait pembinaan teritorial,” terang Asyhad.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jambaran-tiung-biru”]
Sebelum melihat secara langsung fasilitas produksi di Gas Processing Facility (GPF), rombongan mendapatkan pemaparan dari manajemen PEPC terkait persiapan gas-in serta beberapa aspek teknis terkait penyelesaian proyek JTB termasuk aspek HSSE yang saat ini telah mencapai lebih dari 56 juta lebih jam selamat.
Proyek JTB adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia, dengan produksi sales gasnya mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).
Pasokan gas dari JTB diharapkan segera dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, serta industri lainnya seperti keramik dan petrokimia di beberapa wilayah yang ada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. [lus/ted]






