Pasuruan (beritajatim.com) – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melakukan serangkaian kunjungan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren besar di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan pada Jumat siang.
Kehadiran tokoh nasional ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah pusat dengan pusat-pusat pendidikan keagamaan di Jawa Timur.
Di sela-sela agendanya tersebut, Menag memberikan penjelasan penting terkait nasib para pelajar Indonesia yang saat ini berada di kawasan konflik Timur Tengah.
Hal ini menjadi perhatian serius menyusul dinamika politik dan keamanan internasional yang sedang memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah menegaskan telah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau keselamatan warga negara di luar negeri.
“Saya sejak malam sudah bicara dengan Kemlu, mahasiswa kita di Iran sudah difasilitasi dan intinya mereka aman di sana,” ujar Nasaruddin Umar saat berada di Pasuruan.
Meskipun situasi kawasan sedang menjadi sorotan dunia, para mahasiswa dilaporkan tetap tenang dan mendapatkan perlindungan dari perwakilan diplomatik. Beberapa di antara mereka bahkan memilih untuk tetap bertahan di lokasi studi sembari mengamati perkembangan situasi keamanan lebih lanjut.
Kunjungan kerja ini dimulai dengan mendatangi Pondok Pesantren Salafiyah yang disambut hangat oleh KH. Idris Hamid bersama keluarga besar santri. Menag tampak berbincang akrab mengenai pengembangan kurikulum keagamaan dan peran pesantren dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat lokal.
Rombongan kemudian bergerak menuju Kecamatan Kraton untuk menemui Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Fuad Nur Hasan, di kediamannya. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan pelaksanaan ibadah salat Jumat bersama ribuan santri di masjid pesantren setempat.
Kementerian Agama menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan pondok pesantren sebagai pilar utama pendidikan moral bangsa. Penguatan peran pesantren diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan umat dalam menghadapi arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menteri Agama mengimbau agar keluarga mahasiswa di Indonesia tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap kondisi kerabat mereka di Iran. Koordinasi lintas kementerian dipastikan akan tetap berjalan nonstop hingga situasi di wilayah Timur Tengah benar-benar kembali kondusif bagi para pelajar. (Ada)






