Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepala Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi menjelaskan kronologi hilangnya warga negara asing (WNA) di Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Senin (4/3/2024). Informasi itu dihimpun dari para saksi yang tidak lain kawan korban sendiri.
Saat kejadian, korban bernama Mr. Gunther ini melakukan surfing sendirian di Laut Grajagan. Namun, tak lama berselang sekitat 15 menit, Mr. Gregor dan Mr. Kris menyusul di belakangnya.
Tetapi, keduanya curiga lantaran mendapati papan selancar milik Mr. Gunther telah mengapung. Sementara, pemiliknya tidak ada.
Kedua kawannya menghampiri papan tersebut, ternyata tubuh korban berada di dalam air. Tali pengikat masih terikat di kaki korban.
Gregor dan Kris berusaha mengevakuasi tubuh kawannya itu ke tepi pantai. Namun, ombak cukup kuat, sehingga membuat tali pengikat papan terputus.
“Mr. Gunther ditemukan dengan posisi kaki masih terikat dengan papan surfing tapi sudah tenggelam di laut,” ungkap Kepala Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi.
Merasa upayanya tak membuahkan hasil, Gregor dan Kris balik arah menuju hotel. Mereka melaporkan kejadian tersebut ke pihak hotel.
“Jam 06.00 WIB Mr. Kris dan Mr. Gregor yang tiba di Pantai Grajagan melaporkan kejadian itu kepada pemilik Hotel Grajagan yang bernama Mr. Paul,” imbuhnya.
Usai lapor, kedua kawannya tersebut berupaya kembali ke laut untuk mencari korban. Ditambah, petugas gabungan juga telah tiba di lokasi untuk melakukan pencarian.
“Mr. Gunther belum ditemukan dan kami sudah mengirim tim untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian,” pungkasnya. [rin/beq]






