Malang (beritajatim.com) – DPRD Kota Malang akan meminta pertanggungjawaban hasil Porprov Jatim 2025 karena gagal memenuhi target 162 medali emas. Mereka ingin mendengar penjelasan dari KONI Kota Malang dan Disporapar Kota Malang atas capaian selama menjadi tuan rumah Porprov 2025.
“Target dari Kota Malang ini tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan ini menjadi catatan ke depan karena kami di DPRD Kota Malang ini juga terlibat di dalam apa penganggaran perencanaan sebagai tuan rumah,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Saniman Wafi.
Legislator muda Kota Malang ini menyebut dari hasil rapat koordinasi akan diketahui faktor apa saja yang membuat Kota Malang gagal memenuhi target 162 medali emas. Termasuk evaluasi selama pelaksanaan Porprov 2025.
“Ini perlu adanya juga evaluasi nanti kami meminta pelaksana penanggung jawab di lapangan Disporapar dan KONI nanti akan ada rapat koordinasi kami akan meminta laporan, baik kejuaraan cabor mana yang sudah dapat dan yang perlu kita evaluasi apa saja selama pelaksanaan. Termasuk penggunaan anggaran apakah sudah sesuai,” ujar Wafi.
Politikus PKB ini mengatakan, pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, Kota Malang selama menjadi tuan rumah bersama Kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki moto sukses prestasi, sukses ekonomi termasuk sukses pertanggungjawaban.
“Yang paling penting lagi soal pertanggungjawaban karena di Porprov ini kemarin kita punya moto sukses sebagai tuan rumah sukses kejuaraan sukses pemberdayaan ekonomi dan yang terakhir sukses dalam laporan pertanggungjawaban atau administrasi. Itu yang akan kami minta dan yang akan kami tuntut nanti,” ujar Wafi.
“Kalau nanti tentunya ada ketidaksesuaian pasti ada apa tindakan ataupun catatan-catatan yang harus kami berikan kepada disporapar dan KONI dan tentunya ini juga menjadi tanggung jawab Pemkot Kota Malang. Secepatnya dipanggil karena ketika berlarut nanti lupa segera kita bersurat ke KONI,” tambah Wafi.
Sebelumnya, meski Kota Malang gagal mencapai target 162 medali emas dalam ajang Porprov Jatim 2025. Namun, Kota Malang berhasil mengalami pertumbuhan medali dan poin mencapai 90 persen dibandingkan hasil di Porprov edisi sebelumnya pada 2023 silam.
Kontingen Kota Malang mengakhiri Porprov 2025 dengan duduk di posisi runner up. Kota Malang meraih 137 medali emas 127 perak dan 117 perunggu dengan total poin 919. Pada edisi sebelumnya Kota Malang memperoleh 74 emas, 52 perak dan 80 perunggu, dengan total poin 480 serta berakhir di posisi ke-3 di bawah Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
“Target kita kan runner-up, target medali untuk mengamankan posisi runner-up sesungguhnya 130 emas 120 perak dan 110 Perunggu, itu sudah aman dalam perhitungan dan analisis KONI kota Malang sejak akhir 2024,” kata Ketua KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko.
Sedangkan soal target 162 emas yang gagal diraih. Djoni menyebut target itu sebenarnya penyemangat dan pemacu bagi seluruh kontingen Kota Malang yang berlaga di Porprov IX.
“Kalau perolehan emas 162 itu strategi kami untuk memacu semangat cabor agar terlecut kencang. Dan Alhamdulillah target Runner up terlampaui dan jauh meninggalkan posisi yg ketiga serta lebih mendekati posisi Surabaya,” ujar Djoni.
Djoni tetap mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para kontingen Kota Malang sebab pertumbuhan medali nyaris 100 persen. Menurutnya ini menjadi pertanda kebangkitan olahraga Kota Malang, yang semakin mendekati prestasi Surabaya.
“Kalau dari sisi pertumbuhan perolehan medali, kota malang nomor satu dengan angka pertumbuhan diatas 90 persen. Sedangkan Surabaya sendiri cuman tumbuh 20 persen. Kita harus berbangga untuk itu,” ujar Djoni. [luc/aje]






