Malang (beritajatim.com) – Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan (Korwil Dispendik) Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, menggelar santunan terhadap ratusan anak yatim di gedung PGRI Kecamatan Gedangan, Kamis (13/4/2023).
Santunan bagi yatim piatu ini kerjasama bareng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang dan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) se Kecamatan Gedangan.
Kepala Korwil Dispendik Kecamatan Gedangan Tukiran S.Pd menjelaskan, ada 170 siswa yatim yang tercatat sebagai penerima santunan. Jumlah tersebut terdiri 34 lembaga SD se-wilayah Kecamatan Gedangan.
Adapun santunan di dapat secara sukarela dari guru PNS se wilayah Kecamatan Gedangan dan terkumpul Rp 9 juta.
“Selain dari sukarela para dewan guru PNS juga ditambah dari Baznas Kabupaten Malang sebesar Rp 10 juta. Dengan jumlah itu, masing-masing anak menerima sebesar Rp 125 ribu,” kata Tukiran, Kamis (13/4/2023).
Ditempat sama, Camat Gedangan Teguh Susetyo mengapresiasi atas digelarnya santunan oleh rekan-rekan guru di penghujung bulan suci Ramadhan ini.
“Semoga apa yang telah diperbuat oleh rekan-rekan guru kepada para anak yatim ini, menjadi amal baik serta diterima oleh Allah SWT,” harap Teguh.
https://beritajatim.com/peristiwa/mudik-lebaran-ini-titik-rawan-kecelakaan-dan-rawan-macet-di-jombang/
Teguh menjelaskan, agenda santunan kepada siswa yatim ini merupakan agenda rutin. “Saya berharap ke depan acara santunan seperti ini tetap ada meskipun bukan dalam suasana Ramadhan. Misalkan dari bapak atau ibu guru ada rejeki, santunan itu bisa dilaksanakan,” ujar Teguh.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Bagian Pendistribusian Baznas, Kabupaten Malang, Nurhadi. Kata Nurhadi, untuk pemberian santunan kepada anak yatim selama bulan Ramadhan ini hingga mencapai 20 putaran.
“Alhamdulilah dengan kesadaran umat Islam untuk menyalurkan zakat kepada pihak-pihak yang sedang mengalami kesulitan ekonomi khususnya di wilayah Kabupaten Malang ini. Lebih-lebih dalam mendekati Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang. Mudah-mudahan kedepannya bisa berkembang di masyarakat hingga di pelosok desa,” Nurhadi mengakhiri. [yog/but]






