Surabaya (beritajatim.com) – Dugaan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Assyifa Enterprise terus meluas. Setelah penangkapan Chairunnisa Haq Hantoro, pemilik WO tersebut, polisi menduga jumlah korban tidak hanya satu, melainkan mencapai puluhan pasangan pengantin dengan kerugian total yang ditaksir hingga puluhan miliar rupiah.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Moch Zahari mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada sejumlah orang yang mendatangi Polsek untuk melaporkan dugaan penipuan yang mereka alami. Namun karena mayoritas korban berasal dari luar kota, pihaknya mengarahkan pelapor untuk membuat laporan ke Polda Jatim.
“Ada sejumlah orang yang datang ke Polsek untuk melapor. Namun, karena kebanyakan dari luar kota, kita arahkan untuk membuat laporan di Polda Jatim,” ujar Zahari, Kamis (12/6/2025).
Modus yang digunakan Chairunnisa terbilang klasik, yakni dengan memutar uang pembayaran calon pengantin baru untuk menutup biaya acara pasangan lain yang lebih dulu membayar. Pola itu terus berulang hingga akhirnya perputaran dana terhenti dan acara nyaris gagal dilaksanakan.
“Yang sebelumnya dibayar, dananya digunakan untuk pembiayaan acara pasangan lain. Lalu nyari korban lagi, begitu seterusnya,” jelasnya.
Salah satu korban, Tania Mustika (24), warga Griya Citra Asri, Sememi, Benowo, menyebut bahwa dirinya termasuk dari sedikit yang berhasil melaporkan kasus ini ke Polsek Wonokromo. Ia menyebut, dari pertemuan para korban, jumlah pasangan yang tertipu diperkirakan mencapai 20, dengan total kerugian hingga Rp20 miliar.
“Para korban sempat ketemu di Polsek Wonokromo. Dari situ kelihatan total korban dan taksiran kerugian,” ujar Tania.
Tania mengaku awalnya tertarik menggunakan jasa Assyifa Enterprise setelah melihat promo di Instagram. Ia kemudian menyepakati biaya Rp75 juta untuk resepsi pada 8 Juni 2025, dan telah membayar lunas dalam tiga kali transfer. Namun, belakangan diketahui uang tersebut tidak dibayarkan kepada vendor yang telah ditunjuk.
Polisi telah menetapkan Chairunnisa sebagai tersangka dan saat ini telah diamankan. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap jumlah korban serta menelusuri aliran dana yang diduga digelapkan. [ang/beq]






