Gresik (beritajatim.com)– Dua orang yang menjadi korban kericuhan antara suporter dengan petugas kepolisian mendapat santunan. Kericuhan terjadi saat laga Gresik United melawan Deltras Sidoarjo.
Kedua orang tersebut yakni Vito Rochim (24) warga asal Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik. Vito panggilan akrabnya sempat dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik akibat terkena gas air mata.
Santunan berikutnya diberikan kepada Decky (25) asal Desa Padeg, Kecamatan Cerme. Pemuda tersebut mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.
BACA JUGA:Perhutani Wacanakan Pemesanan Tiket Mendaki Gunung Lawu Via Online
Kedua pemuda itu, sudah diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan medis karena matanya pedih akibat terkena asap gas air mata dari petugas.
“Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada saat laga Gresik United melawan Deltras Sidoarjo. Terkait dengan kejadian ini dirinya memastikan akan menindaklanjuti kasus kericuhan tersebut,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Senin (20/11/2023).
Perwira menengah Polri itu menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi home visit bagi korban kericuhan. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi korban.
“Ada home visit bagi korban kericuhan Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi korban,” imbuhnya.
BACA JUGA:Total 2.326 Hektare Hutan Gunung Lawu Rusak Terbakar
Kapolres Gresik ini bersama perwakilan suporter diapresiasi oleh keluarga korban. Sekaligus untuk menyelesaikan kasus kericuhan itu.
“Kami mengapresiasi upaya kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini serta berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Decky.
Ia menambahkan, kejadian yang dialami dirinya tidak disangka. Pasalnya, saat pulang mengambil motor. Tiba-tiba ada gas air mata sehingga matanya pedih.
“Kejadiannya sangat cepat mata saya langsung petih sewaktu ada asap gas air mata,” imbuhnya. (Dny/Aje)






