Jember (beritajatim.com) – Kontingen atlet difabel yang didukung Pemerintah Kabupaten Jember mendulang dua medali perak dan tujuh medali perunggu, dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Pepaprov) II Jawa Timur, di Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, 13–17 Juni 2024.
Dengan perolehan ini, Jember menempati peringkat 30 dari 77 kontingen, melorot tujuh tangga dibandingkan Pepaprov I pada 2021. Tiga tahun lalu Jember juga mendulang sembilan medali. Bedanya, saat itu medali itu berupa 1 emas, 2 perak, 6 perunggu.
“Kami minta maaf kepada masyarakat Jember karena kurang beruntung untuk memenuhi target dua emas. Ikhtiar atlet telah luar biasa maksimal dan bekerja keras bersama tim pelatih,” kata Ketua National Paralympic Committee Indonesia Jember Kusbandono, Senin (17/6/2024).
Dua medali perak direbut M. Zainul Arifin dalam cabang atletik lompat jauh disabilitas daksa lower 44 putra dan Achmad Jawwad Rabbani dalam cabang atletik lari 400 meter disabilitas celebra palsy putra.
Zainul juga meraih perunggu untuk cabang atletik lari 100 meter disabilitas daksa lower 44 Putra. Achmad Jawwad Rabbani mendulang perunggu di cabang lari 800 meter disabilitas celebra palsy putra.
Muhammad Lukiyono dan Khoirul Anwar masing-masing juga memperoleh dua medali perunggu. Lukiyono di cabang lari 100 meter disabilitas daksa lower 42 Putra dan lari 100 meter disabilitas daksa lower 42 Putra.
Sementara Khoirul Anwar di cabang lari 400 meter disabilitas daksa upper putra dan lari 800 meter disabilitas daksa upper putra. Satu medali perunggu lagi diperoleh Rio Pradani Putra di cabang boccia disabilitas celebra palsy putra.
Kusbandono mengatakan, penurunan prestasi tak lepas dari minimnya persiapan. “Dua atlet cedera dan satu atlet menikah. Semuanya berangkat tapi hasil di lapangan mereka tidak maksimal.” katanya.
November mendatang sebenarnya masih ada ajang Pekan Paralympic Pelajar Daerah di Bangkalan. “Namun anggarannya masih gelap,” kata Kusbandono. [wir]






