Surabaya (beritajatim.com) – Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Jawa Timur (PTV Jatim) menggelar Job Fair dan Talent Fair 2024 pada 20-21 September di Atrium Maspion Square, Surabaya.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara PTV Jatim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, dengan melibatkan sekitar 20 perusahaan.
Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbudristek Adi Nuryanto menjelaskan, kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di tingkat SMK dan perguruan tinggi.
“Kegiatan ini menunjang Perpres 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, sebagaimana telah diarahkan mendukung upaya akselerasi peningkatan kualitas satuan pendidikan vokasi,” kata Adi, Sabtu (21/9/2024).
Kepala Bappeda Provinsi Jatim Mohammad Yasin menekankan pentingnya kolaborasi antara PTV dan pemerintah daerah dalam mempertemukan SDM terbaik dengan dunia kerja di Jatim.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan seperti ini. “Kolaborasi antara PTV dengan Pemprov Jatim sangatlah penting,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Konsorsium PTV Jatim Prof Amang Sudarsono berharap agar perguruan tinggi vokasi dapat memperluas kolaborasi dengan sektor industri.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi link and match antara pendidikan dan dunia kerja, melibatkan 14 perguruan tinggi vokasi di Jatim.
Amang juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk perusahaan dan perwakilan SMK. “Harapan kami, jejaring dengan DUDI akan semakin kuat, dan kolaborasi pun berkembang semakin lebar bidangnya,” tuturnya.
Selain Job Fair, PTV Jatim juga menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti workshop kepala sekolah SMK, seminar tentang pengembangan karir di era digital, dan workshop mengenai UMKM dan digital marketing.
Pada hari sebelumnya, juga dilaksanakan Bootcamp untuk meningkatkan pemahaman tentang vokasi dan kualitas pemberitaan, dengan narasumber dari Tempo Institute dan PERHUMAS Surabaya Raya. [ipl/kun]






