Malang (beritajatim.com) – Konsep edukasi ekonomi syariah pada masyarakat membuat tim Universitas Negeri Malang (UM) meraih Juara 1 Case Study Competition di Internasional Islamic Economic Competition (IESCO) 6.0. Tim ini terdiri dari dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM, Alysta Fitri Dianti dan Mai Lina Dwi Saputri Adining Septian.
Alysta Fitri Dianti merupakan mahasiswi prodi S1 Pendidikan Akuntansi Angkatan 2020 dan Mai Lina Dwi Saputri Adining Septian dari prodi S1 Manajemen Angkatan 2020. Alysta sebagai ketua Tim Kun Fayakun menjelaskan maksud mereka mengambil topik bank syariah pada lomba tersebut.
“Kesempatan kali aku mengangkat tema tentang ekonomi, terutama tentang perbankan syariah di mana aku dan temanku Mai Lina berpikir bahwa kita ini negara muslim terbesar di dunia tapi ternyata tingkat literasi ekonomi syariah maupun perkembangan ekonomi syariah di Indonesia belum begitu berkembang dan masih tertinggal daripada Malaysia, juga negara lain,” jelas Alysta, Selasa (21/2/2023).
Mahasiswa semester VI itu juga mengungkapkan ide solusi yang diberikan timnya adalah platform digital edukasi melalui para pelaku UMKM. Karya yang mereka hasilkan saat ini memang masih berupa karya tulis. Namun, Alysta mengaku juga sudah membuat prototype karya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”um-malang”]
“Jadi kami berusaha membuat inovasi pemecahan masalah dengan membuat sebuah website dan aplikasi untuk edukasi digital mendorong teman-teman itu lebih mengenal tentang perbankan syariah melalui pendekatan pelaku UMKM. Hasil karyanya berupa karya tulis dan ada prototypenya,” pungkasnya.
Sementara itu, dosen pembimbing tim ‘Kun Fayakun’, Tomy Rizky Izzalqurny, S.E., M.S.A., memaparkan, ide ini memang datang dari mahasiswa sendiri. Menurutnya, saat awal perlombaan, tim yang diketuai Alysa tidak bimbingan dan baru setelah masuk final, tim tersebut melakukannya.
“Biasanya mahasiswa sungkan ketika meminta bimbingan lomba di awal-awal. Jadi ketika sudah final, mereka meminta bimbingan dan saya memberikan penguatan serta memastikan persiapan lomba mereka,” kata Tomy Rizky.

Dosen Akuntansi UM itu menambahkan, mahasiswa memiliki inisiatif sendiri untuk ikut lomba. Ia memandang mahasiswa memang harus ingin lebih produktif.
Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa organisatoris dengan tergabung Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), tidak menjadikan penghalang bagi keduanya untuk berprestasi.
“Mahasiswa UM adalah mahasiswa unggul. Dilihat dari Simkatmawa UM yang memperoleh peringkat 4, ini menunjukkan potensi mahasiswa tinggi pada perlombaan atau kegiatan kemahasiswaan lain. Jadi, mahasiswa jangan takut untuk mencoba Ikuti semua yang kamu bisa karena dengan begitu, nanti akan banyak yang didapatkan bisa prestasi, pengalaman, atau jaringan. Bisa jadi itulah yang jadi jalan kalian menuju kesuksesan,” jelas Tomy berharap pada mahasiswa. [dan/beq]






