Surabaya (beritajatim.com) – Konsulat Jenderal Australia di Surabaya bersama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menggelar International Coffee Day Dialogue bertajuk “From Farm to Cup: Pathways to Sustainability, Market Access and Inclusive Growth” pada 1 Oktober 2025.
Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antara Australia dan Indonesia dalam mendorong praktik kopi berkelanjutan sekaligus memperluas akses pasar global.
Kegiatan ini sejalan dengan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa. Forum tersebut mempertemukan alumni Australia, pelaku industri, peneliti, hingga pencinta kopi untuk membahas peluang inovasi, keberlanjutan, serta pertumbuhan inklusif dalam sektor kopi.
Rektor UINSA, Prof. Dr. Akhmad Muzakki, membuka acara bersama Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, dan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jawa Timur, Lucky Kristian. Diskusi dipandu oleh Dr. Nabiela Naily, salah satu alumni Australia.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Australia, Glen Askew, menegaskan pentingnya sektor kopi dalam membangun kolaborasi antarnegara.
“Sektor kopi Indonesia adalah contoh luar biasa bagaimana perdagangan, inovasi, dan pemberdayaan komunitas dapat berjalan beriringan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Kegiatan ini tidak hanya merayakan semangat dan keahlian para alumni serta mitra kami, tetapi juga menunjukkan potensi kolaborasi antara Australia dan Indonesia dalam membangun masa depan kopi yang berkelanjutan, dari kebun hingga ke cangkir,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan alumni Australia serta pakar industri kopi. Para pembicara menyoroti berbagai topik, mulai dari pemberdayaan petani kecil, akses pasar internasional, hingga upaya mendorong inklusi sosial dalam rantai nilai kopi.
Selain diskusi, peserta juga mengikuti sesi coffee cupping dan demonstrasi penyeduhan. Toby’s Estate Surabaya, kedai kopi milik alumni, memperkenalkan cita rasa khas biji kopi Australia. Sementara itu, Ainur Rusydi melalui Tengger Arabica menampilkan inovasi pengolahan kopi sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Sesi networking menjadi penutup yang memberi kesempatan bagi peserta untuk menjajaki peluang kerja sama di masa depan. Acara ini sekaligus menegaskan peran Surabaya dan Jawa Timur sebagai pusat perdagangan kopi serta pertukaran pengetahuan.
Melalui International Coffee Day Dialogue, hubungan antarwarga, keahlian industri, serta kepemimpinan alumni semakin diperkuat untuk mendukung tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan antara Indonesia dan Australia. (ted)






