Surabaya (beritajatim.com) – Untag Surabaya bakal menjadi tuan rumah Konferensi Internasional KRA XI pada 17-18 Juli 2024 mendatang. Di sini, para akademisi akan membahas transformasi akuntansi untuk dunia berkelanjutan.
Konferensi Internasional ini mengambil tema ‘The Role of Accounting in Transforming the World Towards Sustainable Development with 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership): Spirit of Patriotism!’.
Ketua Panitia Dra Cholis Hidayati mengatakan bahwa tema tahun ini dipilih berdasarkan perkembangan teknologi dan ekonomi yang berdampak signifikan pada aspek sosial dan lingkungan.
“Krisis lingkungan dan kesenjangan sosial memerlukan upaya bersama untuk diatasi, dan akuntansi memiliki peran penting dalam transformasi ini,” ujar Cholis, Kaprodi Akuntansi Untag Surabaya tersebut, Kamis (11/7/2024).
Konferensi ini akan mengundang para akademisi serta praktisi dari kampus-kampus nasional dan internasional untuk berbagi wawasan dan praktik. Topik yang diusung sejalan dengan SDGs PBB.
Konferensi ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu akuntansi dan mendorong implementasi pembangunan berkelanjutan dengan semangat patriotisme.
“Para peserta akan mendapatkan wawasan baru dan jaringan profesional yang kuat, yang dapat membantu dalam mengatasi tantangan global melalui akuntansi,” kata Cholis.
Ia menambahkan, pembangunan berkelanjutan adalah konsep yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Ini melibatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk mencapai kemakmuran jangka panjang melalui penggunaan sumber daya yang efisien, inovasi teknologi, dan kerjasama global.
Prinsip 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership) yang diusung oleh SDGs PBB menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dan lintas negara untuk mencapai tujuan ini.
“Akuntansi, dengan kemampuannya untuk menyediakan informasi yang transparan dan akurat, memainkan peran kunci dalam membantu organisasi dan pemerintah mencapai target pembangunan berkelanjutan,” tandasnya. [ipl/ted]






