Kediri (beritajatim.com) – LMI dan Mualaf Centre Indonesia (MCI) Kediri kembali menunjukkan semangat kolaborasi dan sinergi mereka dalam program pendampingan dan pembinaan di daerah rawan akidah dalam kegiatan buka bersama. Perjalanan dari Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri menuju lokasi memakan waktu sekitar satu setengah jam melewati jalan perbukitan yang menantang.
Kegiatan kali ini digelar pada hari Senin, 18 Maret 2024, di Masjid Sunan Kalijogo, Dusun Kalibago, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Lokasi ini merupakan wilayah terpencil dengan penduduk dengan agama yang beragam.
Akung Rakhmanto selaku Manajer LMI area Kediri mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan para guru TPQ dan warga sekitar.

“Alhamdulillah buka bersama ini diikuti oleh hampir seluruh warga yang beragama Islam di daerah tersebut. Mengingat daerah tersebut sebagian warganya non muslim. Bahkan saking semangatnya, semua menu berbuka disiapkan oleh warga sekitar dengan memasak bersama,” ujarnya.
Bapak Subari selaku Ketua Takmir Masjid Sunan Kalijogo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LMI dan MCI atas kesediaannya untuk mengadakan kegiatan buka bersama.
“Terima kasih banyak kepada LMI dan MCI yang sudah berkenan mengadakan kegiatan disini dan semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan diadakan lagi kedepannya,” pungkasnya.
Acara buka bersama ini dimulai sejak pukul 16.30 dan dihadiri oleh lebih dari 150 warga sekitar. Dimulai dengan tilawah dan dilanjutkan dengan kajian bersama Ustadz Rifky Jakfar, yang menyampaikan materi seputar amalan puasa dengan gaya yang menyegarkan, membuat jamaah buka bersama dapat memahami dengan baik.
Ketika adzan berkumandang, warga membatalkan puasa dengan air putih dan tiga butir kurma, dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah dan ditutup dengan buka bersama.
Selain acara buka bersama, pengurus TPQ setempat juga mendapat bantuan Al Quran dan Iqro’ sebagai bahan ajar di TPQ masjid dan musholla setempat. [nm/ian]






