Malang (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI, Adies Kadir menegaskan, kedatangan rombongan Komisi 3 Hukum DPR ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2022) siang ini, ingin melihat dan mendengar secara langsung bagaimana proses dari sisi pengamanan yang terjadi di lapangan hingga banyak menimbulkan korban jiwa.
“Kami Komisi 3 ada pak Didik, ada pak Riyadi, ada pak Bimo, pak Abu Bakar, pak Arteria ditugaskan oleh pimpinan DPR untuk melihat secara langsung di Jawa Timur. Intinya kami Komisi 3, Komisi Hukum ingin melihat dan mendengar secara langsung bagaiamana proses dari sisi pengamanan yang terjadi di lapangan saat kejadian tersebut,” kata Adies Kadir.
Adies menuturkan, pihaknya sudah melihat secara langsung bagaimana kondisi di lapangan stadion Kanjuruhan. Termasuk melihat kondisi pintu 10,11,12,13, dan pintu 14 stadion Kanjuruhan. “Setelah ini kami akan melakukan rapat dengan Polda Jatim dan Polres Malang, serta Polresta Malang kota, untuk mendengarkan dan juga melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. Apakah proses pengamanannya sesuai dengan standart proporsional dengan Polri, dan juga sesuai dengan Statuta FIFA,” tegasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
Adies Kadir melanjutkan, harapan Komisi 3 DPR dalan tragedi Kanjuruhan ini, agar supaya masyarakat bisa kondusif. “Kemudian kami juga tentunya dengan rekan-rekan Aremania turut berbela sungkawa kepada Aremania yang telah menjadi korban. Kami juga intinya ingin agar supaya kasus ini di usut tuntas. Dan tentunya pemerintah sudah ada upaya untuk usut tuntas. Dengan dibentuknya tim yang diketuai oleh Menkopolhukam,” tuturnya.
Terkait penggunaan gas air mata yang diduga jadi pemicu banyaknya korban jiwa? Adies Kadir mengaku, jika gas air mata secara statuta FIFA tidak boleh digunakan. “Gas mata kan gak boleh. Nanti kita akan lihat itu. Kalau tidak salah sudah pernah terjadi dengan kasus yang sama. Kami juga bertemu dengan kawan-kawan Aremania dan berharap usut tuntas tragedi ini,” ucapnya.
Adies Kadir menambahkan, saat ini tim dari pemerintah pusat masih terus bekerja menyelidiki tragedi Kanjuruhan. “Sekarang masih proses, kita terjun hari ini karena kawan-kawan yang lain dari TGIPF dan pemerintah pusat terus bergerak. Jadi kita semua intinya bekerja secara komprehensif,” pungkasnya. (yog/kun)






