Jember (beritajatim.com) – Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengatakan, pemilihan presiden membutuhkan stamina politik jangka panjang. Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju kemenangan.
“Seluruh koalisi dan pasangan capres dan cawapres, terutama jaringan tim sukses dan relawan, masih dituntut untuk tetap menjaga energi dan daya juang, karena masih banyak tahapan pemilu yang belum dilalui sampai hari pemungutan dan penghitungan suara selesai,” kata Iqbal, Jumat (20/10/2023).
Menurut Iqbal, soliditas menjaga energi perjuangan diperlukan. “Jauhi virus over dosis percaya diri berlebihan yang umumnya jadi titik kelemahan semua koalisi elit parpol, timses, dan jejaring relawan. Semestinya virus itu harus hilang,” katanya.
Iqbal meminta elite politik, tim sukses, dan relawan menyuguhkan kontestasi yang solid mengedukasi kedewasaan berdemokrasi. “Biarkan rakyat ikut berpartisipasi secara aktif dan gembira, merayakan pesta demokrasi yang kreatif, bebas, jujur, dan adil,” katanya.
Sementara itu, David Handoko dari Partai Nasional Demokrat mengatakan, koalisi partai pendukung Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Amin) di Jember masih berkoordinasi informal. “Pak Anies dan Cak Imin baru mendaftarkan diri kemarin. Jadi kami masih melakukan konsolidasi dan penguatan di masing-masing internal partai,” katanya.
Setelah semua partai koalisi bertemu untuk melakukan konsolidasi formal, David yakin akan didapatkan formula pemenangan ideal. “Saya selaku Wakil Ketua Bidang Pemuda Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember sudah melakukan koordinasi lintas relawan non partai untuk bersama-sama untuk mengonsolidasikan energi kami. Jangan sampai energi cita-cita besar memenangkan pasangan Amin terputus di tengah jalan,” katanya.
Para relawan terus berkonsolidasi agar pada 14 Februari 2024 bisa menjaga suara Nasdem dan pasangan Amin di tempat pemungutan suara. “Relawan Garda Pemuda Nasdem, Bared Rescue, dan Srikandi Nasdem sudah mulai bergerak dengan melakukan branding mobil, spanduk, banner yang membawa Anies-Muhaimin sebagai bentuk loyalitas kami,” kata David.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Widarto mengatakan, sejak awal semua kader dan pengurus tegak lurus terhadap keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Semua sudah kami rancang sedemikian rupa, siapapun capresnya dan cawapresnya. Setiap tahapan sudah kami rancang jauh-jauh hari,” katanya.
PDIP memiliki Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) di setiap tempat pemungutan suara, termasuk menjadi saksi pada Hari-H pemungutan suara. “Kita berjalan hampir satu tahun lalu. Capresnya belum ditunjuk, kami sudah menunjuk anggota Guraklih. Kami menyiapkan dua saksi di TPS, masing-masing untuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden,” kata Widarto.
Saat ini masih ada waktu empat bulan hingga Hari-H pencoblosan 14 Februari 2023. “Kami sudah mengantisipasi, empat bulan ke depan ini tidak akan mudah. Desember dan Januari sudah memasuki musim hujan, kita tidak bisa prediksi bagaimana intensitasnya,” kata Widarto.
“Jadi kalau kita mengandalkan kampanye hanya empat bulan ini sejatinya sudah ketinggalan. Tapi apapun saya yakin, kalau urusan pilpres, ada urusan opini publik. Siapa yang dicapreskan dan dicawapreskan akan ada pengaruhnya,” kata Widarto.
PDI Perjuangan akan segera membentuk tim pemenangan tingkat kabupaten. “Kami akan menggandeng dan mengoordinasikan seluruh relawan yang sudah banyak bermunculan di Jember. Cuma memang belum dikoordinasikan karena belum ada tim pemenangan tingkat kabupaten,” kata Widarto.
PDI Perjuangan Jember saat ini berusaha menjaga energi para relawan untuk menjaga semua tahap. “Hal-hal detail tidak bisa kami sampaikan ke publik. Tapi kami siap,” kata alumnus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini. [wir]






