Makkah (beritajatim.com) – Jemaah haji asal Jawa Timur yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 01 dan SUB 02 resmi memasuki wilayah Syisyah, Makkah, pada Sabtu (2/5/2026) siang waktu Arab Saudi.
Sebanyak 760 jemaah tersebut kini menempati Hotel Almasat Almasair di Sektor 1 guna mempersiapkan diri melaksanakan rangkaian umrah wajib.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kedatangan rombongan asal Surabaya ini menandai dimulainya gelombang besar kedatangan jemaah asal Jawa Timur di Kota Suci Makkah.
Sesuai jadwal, Sektor 1 akan menerima total empat kloter pada hari ini untuk ditempatkan di pemondokan yang telah disiapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Kepala Sektor 1 Makkah, Iman Romansyah, menjelaskan bahwa setelah menempuh perjalanan darat dari Madinah, jemaah diwajibkan beristirahat terlebih dahulu sebelum melaksanakan umrah wajib ke Masjidil Haram.
“Pada kesempatan siang hari ini, untuk jadwal kedatangan jemaah haji dari Madinah, di Sektor 1 rencananya ada 4 kloter. Yang sudah tiba saat ini adalah SUB 01 dan SUB 02, di mana masing-masing jumlah jemaah hajinya ada 380 jemaah. Jadi, saat ini sudah tiba adalah 760 jemaah,” ujar Iman Romansyah saat ditemui di Hotel Almasat Almasair.
Strategi Umrah Wajib dan Pendampingan Lansia
Terkait teknis pelaksanaan ibadah, PPIH Sektor 1 menerapkan strategi pembagian waktu guna menghindari kepadatan dan menjaga kondisi fisik jemaah. Umrah wajib bagi jemaah yang dalam kondisi sehat dijadwalkan mulai bergerak pada Sabtu malam pukul 22.00 WAS.
Sedangkan bagi jemaah risiko tinggi (risti), lansia, maupun pengguna kursi roda, pelaksanaan ibadah akan dilakukan pada esok hari secara bertahap.
Iman menekankan pentingnya solidaritas antar-jemaah dalam satu rombongan untuk membantu kelompok rentan ini, tanpa hanya mengandalkan petugas.
“Yang paling kita utamakan adalah jemaah haji yang sehat terlebih dahulu untuk melaksanakan umrah wajib. Kemudian nanti yang risti ataupun yang butuh kursi roda, sesuai dengan arahan, akan dilaksanakan esok hari setelah rombongan yang sehat sudah selesai. Harapannya, rekan-rekan sesama teman rombongannya itu membantu dan mengawal pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah yang risti dan sakit,” tegas Iman.
Imbauan Cuaca dan Pengamanan Logistik
Tantangan suhu ekstrem di Makkah yang saat ini berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celcius menjadi sorotan utama. Iman mengingatkan jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan serta waspada terhadap perbedaan cuaca yang mencolok antara Indonesia yang tropis dengan Arab Saudi yang cenderung kering.
“Imbauan khusus adalah kepada para jemaah tentunya yang paling utama adalah menjaga kesehatan. Karena perbedaan cuaca antara Indonesia yang tropis dan di sini yang kering, itu menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji Indonesia. Yang kedua adalah menjaga keamanan barang pribadi jadi tidak berlebihan,” tambahnya.
Mengenai kendala teknis logistik, pihak sektor melaporkan sempat terjadi insiden satu koper jemaah yang terbawa oleh kloter lain. Namun, berkat koordinasi cepat antar-sektor, barang tersebut sudah berhasil diamankan dan diantar langsung ke kamar jemaah bersangkutan. Iman memastikan alur distribusi bagasi akan terus dimonitor secara ketat agar jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa terkendala masalah barang bawaan. [ian/MCH]






