Ngawi (beritajatim.com) – Merebaknya klaster pembelajaran tatap muka (PTM) dari SMPN 5 Ngawi ke SMAN 1 Ngawi jadi perhatian serius. Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar mendesak Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ngawi untuk segera melakukan breakdown masalah mengevaluasi.
Heru khawatir hasil uji laboratorium Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga menunjukkan adanya indikasi varian Omicron. Sehingga, harus segera ada tindakan yang diambil untuk menyikapi penyebaran Covid-19 di Ngawi. Terlebih, adanya klaster sekolah yang menjangkiti siswa dan guru.
[berita-terkait number=”4″ tag=”varian-omicron”]
”Omicron ini kan penyebarannya cepat. Kami khawatir kalau pemkab tak segera ambil langkah, bisa semakin merebak ke mana-mana. Kami berharap Bupati segera melakukan evaluasi,” kata Heru Kusnindar saat ditemui di kantor DPRD Ngawi, Senin (31/1/2022).
Dia lantas menengarai kalau penyebaran Covid-19 di Ngawi tak lepas dari kesadaran masyarakat yang mulai kendur. Beberapa pelonggaran dari pemerintah membuat masyarakat kembali menyepelekan pentingnya protokol kesehatan. Sehingga, ini juga harus jadi perhatian Pemkab Ngawi.

”Kami harap masyarakat juga tetap terus diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, penyebaran Covid-19 segera bisa ditekan. Beberapa kali sempat ada operasi yustisi oleh aparat gabungan, kami apresiasi,” kata Heru. [fiq/but]






