Sampang (beritajatim.com) – Sempat viral dan mengegerkan warga Madura, Semburan air sumur bor milik Rokip warga Desa Pandan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, pada pukul 18.11 WIB, Sabtu (3/8/2024) petang, akhirnya berhenti alias mampet.
Meski sudah tidak menyemburkan air ke atas hingga belasan meter, namun garis polisi tetap terpasang, hal itu untuk menghidari adanya kejadian yang bisa membahayakan warga.
“Tadi saya ke lokasi dan masih ada garis polisi,” kata Umar salah satu warga Sampang, Rabu (7/8/2024).
Tidak hanya itu, di lokasi juga telah terpasang pipa, tetapi bukan untuk mengalirkan air namun sebagai pengaman tambahan dikhawatirkan mencul gas beracun atau gas lainya yang bisa membahayakan warga sekitar.
“Saya melihat ada pemasangan pipa ke atas bukan ke bawah,” imbuhnya.
Terpisah, H. Huzen Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, membenarkan ada pemasangan pipa oleh tim gabungan.
“Ada dua pipa yang dipasang, satu ke bawah satu ke atas, masing-masing pipa sepanjang 5 meter,” tambahnya.
Ia menambahkan, pemasangan pipa itu sebagai pengaman jika kembali muncul semburan air atapun gas yang berbahaya.
Seperti yang diberitakan sebelumya, semburan air tersebut bermula dari warga setempat mengebor sumur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Lama pengerjaan sumur berlangsung hingga 38 hari dengan kedalaman 90 meter dari permukaan tanah.
Mantan Kepala Desa Pandan, Ahmad Sohib membenarkan kejadian tersebut, jika sebelumnya ada salah satu warga setempat mengebor sumur untuk kebutuhan air bersih. Di hari ke 38 pengeboran, tepatnya Jumat (2/8/2024) dini hari, mendadak air menyembur dari dalam tanah dengan kekuatan cukup kencang. Melihat kejadian aneh itu, salah satu warga mendatanggi rumahnya untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Pukul 01.00 WIB ada warga yang datang melaporkan adanya semburan air tersebut, kemudian saya teruskan ke polisi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, jajaran kepolisian setempat, segera mengamankan lokasi sumur bor dengan memasang garis polisi.
“Kami sudah menindaklanjuti dan memasang garis polisi di sekitar semburan air,” terang Kapolres Sampang, AKBP Hendro Sukmono.
Tidak hanya itu, Hendro mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meneliti kandungan air dari sumur bor tersebut.
“Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Telah mengambil sempel air untuk dilakukan penelitian,” tandasnya. [sar/aje]






