Surabaya (beritajatim.com) – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan pertumbuhan laba kotor 14% menjadi Rp 858,58 miliar. Rp 24,63 miliar dibagikan kepada untuk pemilik entitas induk dan pemegang saham.
Realisasi ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,58 miliar.
Kimia Farma berhasil meraih kinerja positif selama triwulan I tahun 2023. Hal ini tercermin pada pencapaian penjualan sebesar Rp2,30 triliun. Capaian tersebut tumbuh sebesar 1,91% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,26 triliun.
Tak berhenti di situ saja, Perseroan juga berhasil menekan beban pokok penjualan Perseroan, sehinga dapat turun secara tahunan pada kuartal I/2023 menjadi Rp 1,44 triliun.
Kimia Farma Group secara end-to-end akan terus melakukan optimalisasi potensi value chain dan menyediakan pengalaman best-in-class bagi konsumen.
“Kimia Farma sebagai integrated healthcare company, senantiasa memperhatikan pentingnya mengelola portofolio produk, pengelolaan rantai pasok, dan menjaga operational excellence,” ungkap David Utama, Direktur Utama KAEF.
Perseroan juga mempertahankan likuiditas keuangan yang kuat untuk mengelola modal kerja dan ekspansi bisnis. KAEF terus berfokus melakukan inovasi produk dan layanan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Tidak cuma itu, KAEF juga terus mengembangkan bisnisnya melalui saluran digital bernama Kimia Farma Mobile. Layanan aplikasi ini terhubung dengan 1.214 apotik, 419 klinik kesehatan, dan 72 laboratorium klinik.
Aplikasi ini memiliki sejumlah fitur menarik yang dapat diakses oleh para pelanggan Kimia Farma langsung dari gawai.
“Layanan Kimia Farma Mobile dapat digunakan oleh masyarakat (konsumen) untuk transaksi produk maupun layanan kesehatan, yang sudah dapat diunduh melalui app store maupun google play. Hingga saat ini aplikasi Kimia Farma Mobile telah diunduh lebih dari 1,1juta pengguna,” ujar David.
Hingga triwulan 1/2023, Kimia Farma juga memiliki ritel farmasi modern dengan 5 tipe store, yaitu Kimia Farma Primer, Kimia Farma Apotek+, Kimia Farma Apotek, Kimia Farma Health & Beauty dan Kimia Farma Express. Jenis store disesuaikan dengan layanan dan segmen bisnis yang disasar.
David Utama mengatakan sejumlah pencapaian positif yang diperoleh perusahaan pada tahun ini, tak lepas dari kebijakan manajemen dalam menerapkan operational excellence with path to profitability dan transformasi sumber daya manusia.
Maka tak mengherankan apabila KAEF berhasil mencatatkan perbaikan portofolio penjualan produk dengan margin tinggi yaitu produk etikal dan generik. Hal itu membuat Perseroan berhasil mencatatkan EBITDA yang positif dengan mencapai Rp238,97 miliar.
“Kimia Farma memanfaatkan peluang dari pertumbuhan industri farmasi dan kesehatan di tahun 2023. Berbagai inisiatif yang sudah diambil perusahaan pada 2022 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja tahun 2023,” tandas David.[rea]






