Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Khofifah bakal menjadi Jurkamnas dan terjun ke lapangan.
Menanggapi keputusan tersebut, Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jatim tetap optimistis. Meski tokoh besar Jatim tidak berada di gerbong yang sama.
“Kami tetap percaya diri mendulang kemenangan di Jatim, meskipun dua tokoh besar di Jatim mendukung Prabowo-Gibran pasangan calon nomor urut 2,” kata Ketua TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji kepada wartawan.
Dua tokoh besar yang mendukung paslon nomor urut 02 itu adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan mantan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo).
Agus mengaku tidak khawatir dengan bergabungnya mantan dan gubernur Jatim di kubu Prabowo-Gibran.
“Kami melihat bahwa akar rumput belum tentu sama dengan pemimpinnya,” tegasnya.
Kepercayaan diri TPD Ganjar-Mahfud Jatim itu bukan tanpa alasan, sebab menurut survei internal, elektabilitas paslon nomor urut 03 itu menduduki urutan pertama sebesar 48 persen.
“Sekarang ini paslon nomor urut 03 sebesar 48 persen, yang nomor 02 di bawah itu bedanya dua atau tiga persen. Ini adalah kondisi riil,” tuturnya.
Agus menyatakan, setiap orang juga memilik hak politik masing-masing. Tidak terkecuali Khofifah dan Pakde Karwo yang mendukung paslon nomor urut 02.
“Jadi,.artinya garis dengan pemimpin di bawah belum tentu sama dan ada beberapa kantong-kantong yang masih abu-abu dan itu yang akan kita garap,” katanya.
Mantan Sekjen Kemenhan itu merasa masih ada tokoh yang bisa memengaruhi suara di Jatim. Contohnya seperti Mahfud MD cawapres nomor urut 03 dan Yenny Wahid, Dewan Penasihat TPN yang juga putri Gus Dur, mantan Presiden ke-4 RI.
Meski begitu tim TPD Jatim tetap mewaspadai langkah politik dari paslon lain. Agus menyebut, timnya akan fokus mengisi wilayah di Jatim yang masih abu-abu.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memenuhi janjinya untuk mengumumkan sikap politiknya pada Pilpres 2024.
“Sesuai janji saya, setelah Umroh atau awal Januari 2024 saya akan umumkan. Sekarang saya menyatakan siap masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN). Tidak dalam jajaran eksekutifnya, tapi bisa masuk dalam jajaran dewan pembina atau dewan pengarah. Sesuai janji saya, saya akan turun ke lapangan. Akan melakukan kampanye dan menjadi jurkamnas,” kata Khofifah kepada wartawan ditemui di VIP Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (10/1/2024).
Pernyataan sikap ini, menurut Ketua IKA Unair Surabaya, sudah disampaikan ke Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid. Hari ini sedang dilakukan revisi, dan besok revisi tersebut akan diumumkan TKN dan dikirim ke KPU RI.
Khofifah berjanji, akan mematuhi prosedur dan aturan yang ada. Termasuk aturan harus cuti saat akan melakukan kampanye.
“Seperti Mas Emil (Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak), saat kampanye mengajukan cuti. Saya juga akan melakukan hal serupa. Jadi, aturannya sudah jelas,” pungkasnya. [tok/beq]






