Jombang (beritajatim.com) – BMT NU Jombang terus menunjukkan perkembangan dalam 10 tahun terakhir ini. Betapa tidak, saat ini laba dari Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) itu sudah tembus Rp 2,6 miliar. Dari jumlah itu, SHU (sisa hasil usaha) sebanyak 40 persen diberikan kepada anggota.
Sementara itu total aset BMT NU selama 10 tahun ini mencapai Rp 105 miliar. Hal itu diungkapkan dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan) yang digelr di Aula Kantor PCNU Jombang Jalan Raya Mojoagung, Sabtu, 21 Januari 2022. Sebanyak 300 anggota diundang, sedangkan yang hadir mencapai 90 persen.
“BMT NU Jombang ini menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Timur. Selama 10 tahun berjalan, aset kami sudah Rp 105 miliar. Sedangkan laba mencapai Rp 2,6 miliar. Dalam RAT ini kami juga membahas terobosan ke depan,” kata Ketua BMTNU Jombang Khoirul Anam.
Khoirul Anam menjelaskan, pihaknya juga berkomitemen mengentaskan masyarakat dari jeratan rentenir dan pinjol (pinjaman online). Karena dua hal itulah yang selama ini mencekik warga kurang mampu. “Makanya kita memberi kemudahan pinjaman permodalan dari koperasi KSPP BMT NU,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pinjol”]
Perkembangan teknologi yang pesat juga tidak luput dari pembahasan dalam RAT tersebut. Agar tidak ketinggalan zaman, BMT NU melakukan pengembangan manajemen sistem online. Pasalnya, teknologi informasi sudah berkembang pesat. Nah, Maret mendatang, kata Anam, pihaknya melaunching BMT NU mobile.
“Dengan BMT NU mobile, akan memudahkan warga nahdliyin untuk mengakses pinjaman ke BMT NU. Sehingga mereka tidak lagi terjerat pinjol ilegal. BMT NU mobile kita luncurkan pada Maret mendatang. Ini sudah pembahasan secara intens,” kata Khoirul Anam ketika ditemui di lokasi.
Ketua BMT NU Jombang Khoirul Anam menambahkan, selain pembiayaan permodalan, pihaknya juga fokus pada pembiayaan konsumtif, berserikat atau musyarokah dan permodalan sistem bagi hasil. “Aggota koperasi sekitar 2.300 anggota dengan jumlah yang sudah mengakses layanan permodalan sebanyak 40 ribu orang,” kata Anam merinci. [suf/ted]






