Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendorong agar I League—liga yang baru saja menggantikan nama PT Liga Indonesia Baru (LIB)—memulai kompetisi sepak bola putri pada musim 2026/2027. Dorongan ini disampaikan Erick saat kunjungan kerja di Surabaya, Sabtu (2/8/2025).
Menurut Erick, langkah ini penting karena pembinaan sepak bola putri di Indonesia sudah mulai berkembang dari berbagai sektor, salah satunya melalui cabang futsal.
“Makanya saya juga sudah mendorong I League yang baru kemarin ganti nama dari LIB untuk mulai mencoba liga putri tahun depan, dimulai dari pramusim,” ujar Erick.
Erick juga merekomendasikan agar liga putri musim depan dimulai dengan melibatkan empat klub terlebih dahulu. Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan karena federasi mencari alasan, melainkan mempertimbangkan biaya logistik yang tinggi.
“Ya, kita tahu biaya operasional klub di Indonesia itu berat karena cost logistik. Ya, karena bentuk kita negara kepulauan, 17.000 pulau,” jelasnya.
Meskipun menghadapi tantangan logistik, Erick memastikan bahwa PSSI akan terus mendorong pelaksanaan kompetisi sepak bola putri. Ia menilai, sinergi antara futsal dan sepak bola wanita sangat penting untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Ini yang kita sinergikan antara futsal dan sepak bola. Jadi, tanpa ada perbedaan karena ini semua ekosistem bola bundar yang ditendang-tendang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa pemain futsal dan sepak bola putri bisa saling mengisi dan mendukung. Ia juga mengapresiasi perkembangan futsal putri yang kini sudah diikuti oleh delapan klub.
“Pemain sepak bola juga bisa ke futsal. Nah, inilah sinergi yang luar biasa. Karena itu saya mengapresiasi, ya seperti tadi Sekjen Futsal melaporkan, liga futsal putri itu sudah ada delapan klub,” pungkas Erick.
Dengan rencana ini, PSSI berharap dapat memperkuat fondasi sepak bola putri di Indonesia dan membuka lebih banyak peluang bagi talenta-talenta muda di tanah air. (way/ted)






