Surabaya (beritajatim.com) – Kesultanan Palembang Darussalam secara tegas mengutuk tindakan konten kreator Willie Salim yang diduga melakukan penghinaan terhadap adat istiadat setempat.
Setelah sebelumnya ia mengunggah konten terkaot hilangnya 200 kilogram daging rendang saat acara memasak di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Selasa (18/3/2025) lalu.
Sultan Palembang Darussalam, Mahmud Badaruddin IV, menyampaikan maklumat resmi bahwa Kesultanan bersama masyarakat Palembang mengharamkan kedatangan Willie Salim ke Palembang seumur hidup jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
“Atas nama Kesultanan Palembang Darussalam dan segenap masyarakat Palembang, kami menyatakan kutukan terhadap Willie Salim dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang hidupnya. Demikian maklumat sikap ini disampaikan agar menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar Sultan Mahmud Badaruddin IV, Senin (24/3/2025).
Kesultanan Palembang Darussalam mengajukan beberapa poin utama yang harus dipenuhi oleh Willie Salim sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Salah satunya, Sultan Mahmud Badaruddin IV menegaskan bahwa Willie Salim harus memberikan klarifikasi secara jujur serta meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Palembang, bukan hanya melalui unggahan di media sosial. Permintaan maaf secara terbuka dianggap penting untuk meredakan ketegangan yang muncul akibat insiden tersebut.
Kesultanan Palembang Darussalam juga meminta Willie Salim untuk melakukan tradisi tepung tawar, sebuah ritual adat sebagai simbol permintaan maaf dan pembersihan diri atas kesalahan yang telah dilakukan. Tradisi ini berakar pada Undang-undang Simbur Cahaya, hukum adat Melayu Palembang yang mengatur tata krama dan budaya lokal.
Bahkan, Kesultanan mendesak agar Willie Salim segera menghapus seluruh konten video terkait insiden tersebut dari semua platform media sosial, termasuk YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook. Mereka menilai bahwa video tersebut mengandung unsur hinaan, bullying, dan fitnah yang mencoreng nama baik masyarakat Palembang.
Kesultanan Palembang Darussalam pun menyatakan dukungannya terhadap upaya hukum yang dilakukan masyarakat Palembang terhadap Willie Salim. Jika ada unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut, mereka mendorong proses hukum yang adil dan transparan untuk menyelesaikan masalah ini.
Sebagai langkah terakhir, jika Willie Salim tidak memenuhi tuntutan ini, Kesultanan dan masyarakat Palembang akan secara resmi mengharamkan kehadirannya di Palembang seumur hidup. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penegakan adat dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah lama dijaga oleh masyarakat setempat.
Sebelumnya, Willie Salim telah memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @willie27_ pada Sabtu (22/3/2025).
“Aku tidak merekayasa hal itu, aku hanya tidak menyangka dan tidak memperhitungkan hal tersebut bisa terjadi. Dan itu adalah kebodohanku. Mohon jangan salahkan warga Palembang. Jika aku masak lebih awal dan dengan persiapan lebih matang, hal tersebut tidak terjadi,” tulis Willie dalam unggahannya.
Namun, permintaan maaf ini dianggap tidak cukup oleh Kesultanan Palembang Darussalam, yang menginginkan klarifikasi lebih lanjut dan tindakan nyata dari Willie Salim sebagai bentuk pertanggungjawaban. [fyi/beq]






