RINGKASAN BERITA:
Kemenhaj RI menerbitkan larangan keras bagi jemaah haji untuk memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin.
Aturan pengetatan barang bawaan ini diberlakukan demi mematuhi regulasi keselamatan penerbangan internasional di Bandara Jeddah.
Jemaah dipastikan akan menerima jatah air zamzam resmi secara merata yang didistribusikan langsung saat tiba di tanah air.
Pengumuman ini keluar bersamaan dengan sterilisasi total kawasan Mina dan reaktivasi Bus Shalawat menuju Masjidilharam.
Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan maklumat tegas yang melarang keras seluruh jemaah haji Indonesia memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin pesawat.
Peringatan khusus ini digulirkan sebagai langkah antisipasi saat dimulainya fase pemulangan jemaah gelombang pertama ke tanah air melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Pengetatan aturan barang bawaan tersebut mengacu pada regulasi keselamatan penerbangan internasional yang melarang keras pengangkutan komoditas cairan di dalam lambung maskapai komersial secara ilegal.
Jemaah diminta kooperatif mematuhi standarisasi ini agar tidak memicu pembongkaran paksa koper oleh otoritas bandara yang dapat menghambat jadwal penerbangan kloter.
“Kemenhaj secara khusus mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan didistribusikan kepada jemaah melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga tidak perlu dibawa secara mandiri dalam barang bawaan,” tegas Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi, saat menyampaikan siaran pers resmi di Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Senin (1/6/2026), tim pemantau kargo kementerian mulai disiagakan di hotel pemondokan untuk melakukan sweeping awal.
Kemenhaj menjamin setiap jemaah haji reguler akan mendapatkan hak air zamzam secara resmi dalam kemasan standar pabrikan yang dibagikan langsung setibanya di embarkasi debarkasi Indonesia.
Penutupan Operasional Puncak Armuzna
Selain memfokuskan pengawasan pada isi koper bagasi jemaah, Hasan Afandi meminta para ketua rombongan memastikan logistik dokumen vital jemaah tidak tercecer ke dalam kargo.
Seluruh paspor, kartu identitas digital Nusuk, hingga obat-obatan klinis pribadi wajib ditempatkan dalam tas jinjing kecil agar mudah dijangkau saat pemeriksaan imigrasi.
“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta barang-barang penting lainnya tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau saat proses kepulangan,” tutur Hasan mengingatkan para tamu Allah.
Di samping persiapan logistik hilir, Kemenhaj secara paralel melansir portofolio keberhasilan fase puncak haji atau Armuzna yang telah dilewati secara aman dan terkendali.
Per tanggal 30 Mei pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, seluruh maktab perkemahan di Mina dilaporkan telah bersih total dari eksistensi jemaah asal Indonesia.
Menurutnya, pendorongan jemaah pengambil pilihan Nafar Awal maupun Nafar Tsani dari Mina menuju hotel Makkah berjalan sukses tanpa ada kendala mobilitas.
“Berakhirnya fase kritis perkemahan ini menjadi indikator penting kematangan sinergi antara petugas kementerian dengan pihak syarikat lokal Arab Saudi,” tutup Hasan. [ian/MCH]






