Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM mendesak pemerintah kabupaten/kota agar segera mengoptimalisasikan Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih.
Langkah ini didorong karena Kopdes Merah Putih terbukti mampu memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian warga desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, mengungkapkan bahwa saat ini dari 8.494 Kopdes/Koperasi Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum, baru 210 (sekitar 2,5 persen) yang sudah beroperasi.
”Jadi yang berbadan hukum sudah semua Kopdes atau kelurahan, jumlahnya 8.494. Yang sudah beroperasi koperasinya itu sekitar 210,” kata Endy di Surabaya, Selasa (7/10/2025).
Endy menjelaskan bahwa kendala utama yang menyebabkan Kopdes Merah Putih belum banyak beroperasi di Jatim adalah masalah aset dan pembiayaan. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov mendorong desa menginventarisasi asetnya.
”Kami dorong agar di salah satu desa itu menginventaris aset di wilayahnya. Katakan ada bangunan atau tanah yang tidak digunakan dan itu milik pemerintah desa setempat, maka bisa dioptimalkan untuk menjadi lokasi Kopdes Merah Putih,” jelasnya.
Setelah aset tersedia, pengurus koperasi dapat mencari modal, termasuk dari dana desa. Jika mengalami kesulitan, Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) siap membantu memberikan kredit permodalan.
Namun, Endy mengingatkan adanya persyaratan ketat. “Bank Himbara sangat welcome untuk membantu, namun memang harus ada jaminan yang jelas, prospek yang bagus, dan tolak ukurnya saat disurvei lokasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau pengurus Kopdes harus memastikan tidak terkendala BI Checking agar proses pengajuan kredit berjalan lancar.
Endy menyebut 210 Kopdes yang telah beroperasi menunjukkan progres yang sangat positif, dengan omzet harian mencapai Rp2 juta hingga Rp15 juta.
”Progresnya sangat positif. Tentu ini menjadi pertanda baik, bahwa ekonomi di desa berjalan baik, dan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan-kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau,” tegasnya.
Tujuan utama Kopdes ini adalah mewujudkan program Presiden Prabowo agar warga mendapat harga bahan pokok yang murah, karena koperasi bisa mendapat akses langsung dari tangan pertama.
Lebih lanjut, Endy menambahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyiapkan skema agar Kopdes Merah Putih juga dapat berperan sebagai agen pangkalan LPG. Hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi sehingga warga bisa mendapatkan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). (tok/but)






